Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penipuan hingga Ratusan Juta

Angga Rosa (Koran Sindo), Koran SI · Sabtu 21 Agustus 2021 01:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 512 2458752 bandar-arisan-online-dilaporkan-ke-polisi-terkait-dugaan-penipuan-hingga-ratusan-juta-8AKn7j00dx.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

SALATIGA - Seorang bandar arisan online berinisial RAP dilaporkan ke polisi lantaran diduga telah melakukan penipuan atau penggelapan. Bandar berinisial RAP yang berdomisili di Perumahan Prajamukti Kecandran, Kecamatan Sidomukti ini, Salatiga, Jawa Tengah, ini diduga membawa kabur uang arisan hingga ratusan juta rupiah.

RAP tidak diketahui keberadaannya. Sebagian member telah mengadukan kasus ini ke Polres Salatiga. Korbannya tak hanya warga Salatiga, tapi juga dari Demak, Semarang, Boyolali, dan Purworejo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jumat (20/8/2021), RAP diketahui sudah tidak berada di rumah kontrakan pada 13 Agustus 2021. Kasus ini mencuat setelah puluhan orang mendatangi rumah kontrakan RAP di Perum Praja Mukti Kencandran pada 16 Agustus 2021.

Ketua RT 6/RW 4, Perumahan Prajamukti Kecandran, Kecamatan Sidomukti Agus Abusiri saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. "Ya benar ada warga kami tapi statusnya mengontrak diduga melakukan penipuan model arisan online. Tapi sekarang orangnya sudah kabur, saat didatangi para member tidak ada di rumah," terangnya.

Menurut Agus, dari informasi yang diketahui arisan online itu dalam seminggu dapat melakukan pencairan sampai tiga kali dengan keuntungan lebih besar dari setoran awal. Dari informasi yang berkembang, sang bandar menjanjikan keuntungan kepada para member berkisar Rp1,3 juta dari total setoran awal yang dibayarkan.

"Dari penuturan seorang korban, para member terpengaruh tipu daya keuntungan yang cukup besar," ujarnya.

Menurutnya, pelaku penipuan arisan online diduga lebih dari dua orang. Keduanya, dari pendataan diketahui warga asli Kota Salatiga.

Baca Juga : Polisi Gadungan Tipu Mantan Pramugari hingga Ratusan Juta Rupiah

Kasat Reskrim Polres Salatiga AKP Lanang Teguh Pambudi membenarkan bahwa ada perwakilan korban yang mengadu ke Polres Salatiga. "Baru kami data dan minta dokumennya untuk dilengkapi mas, sementara itu dulu. Masyarakat yang merasa dirugikan bisa membuat laporan," ujarnya.

Sementara itu, petugas Polres Salatiga mengamankan sejumlah barang milik RAP yang berada di rumah kontrakannya. Penyitaan ini dilakukan atas dasar permintaan warga agar tidak diambil orang.

"Pihak RT meminta kepolisian untuk mengamankan barang-barang milik bandar arisan ini. Karena banyak orang yang hendak mengambil barang yang ada di rumah ini," ujar salah satu polisi yang mengamankan barang-barang tersebut.

Polisi membawa satu truk dalmas dan satu mobil bak terbuka kecil. Polisi mendokumentasi setiap barang yang diambil. Barang tersebut mulai dari lemari es dua pintu sepeda motor Yamaha Nmax, lemari, kipas angin, hingga kasur springbed. Warga sekitar menyaksikan proses pengamanan aset tersebut, termasuk ibu-ibu dan anak-anak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini