Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

10 Ribu Kasus Covid-19 di Depok Tidak Tercatat, Apa Kata Kemenkes?

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 25 Agustus 2021 |19:03 WIB
10 Ribu Kasus Covid-19 di Depok Tidak Tercatat, Apa Kata Kemenkes?
Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes), menyebut sebanyak 10.000 kasus Covid-19 di Depok, Jawa Barat tidak tercatat di sistem all record miliki pemerintah pusat.

(Baca juga: MNC Peduli Bagikan Makanan dan Masker untuk Anak Jalanan di Depok)

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dalam minggu ini pihaknya akan merilis sekitar 10.000 kasus dari Kota Depok.

“Di minggu ini juga Kementerian Kesehatan akan merilis sekitar 10.000 kasus dari Kota Depok yang belum tercatat di sistem all record karena selama ini sistem pelaporan Kota Depok belum terhubung dengan all record di pemerintah pusat,” kata Nadia dalam Konferensi Pers PPKM secara virtual, Rabu (25/8/2021).

(Baca juga: Kemenkes Sebut 18,3% Atau 49.000 Data Kasus Aktif Covid-19 di Daerah Belum Diperbaharui)

Nadia melanjutkan, bahwa pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkes dan Pemerintah Kota Depok telah menghubungkan dengan sistem all record.

“Jajaran Pemerintah Kota Depok dan pusat data informasi kesehatan Kementerian Kesehatan telah bekerja keras untuk menghubungkan kedua sistem ini. Sehingga kita dapat memperoleh gambaran epidemiologi Covid-19 yang lebih nyata,” papar Nadia.

Dia pun meminta agar pemerintah daerah untuk berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan terutama dalam update data Covid-19. Sehingga, situasi pandemi terutama untuk menentukan leveling daerah bisa dinilai sebagaimana mestinya tidak terpengaruh oleh data yang tertunda.

“Untuk itu kami berterima kasih atas kerjasama dan kerja keras yang sangat baik ini. Kami juga mendorong pemerintah daerah untuk berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan dalam hal updating data ini, agar situasi pandemi di wilayahnya masing-masing dapat dinilai sebagai mana mestinya, tidak terpengaruh oleh data yang tertunda,” tutup Nadia.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement