Diduga Gelapkan Rp4 M Duit Membernya, Admin Arisan Online Aleghoz Diburu Polisi

krjogja.com, · Rabu 25 Agustus 2021 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 510 2460985 diduga-gelapkan-rp4-m-duit-membernya-admin-arisan-online-aleghoz-diburu-polisi-dierhc2Krh.jpg Korban penipuan arisan online (Foto: istimewa)

YOGYAKARTA - Polisi memburu admin arisan online Aleghoz di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, setelah diduga menipu puluhan membernya dengan kerugian mencapai Rp4 miliar.

Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, sejauh ini sudah ada empat korban arisan yang resmi melapor. Keempat korban yang melapor ke Polres Sragen itu seluruhnya mengeluhkan uang investasi mereka yang tidak kunjung cair. Para korban mengklaim sekitar 50 member yang menjadi korban.

“Baru empat korban yang lapor. Hari ini kita akan laksanakan pemeriksaan terhadap korban dan saksi-saksi,” ujar Ardi, Rabu (25/8/2021).

Ardi menyebut, modus arisan online maupun fiktif memang marak terjadi. Dia menduga para pelaku menggunakan momentum pandemi Covid-19, di mana banyak orang mengalami kesulitan ekonomi sehingga mudah diiming-iming keuntungan.

Baca juga: Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Penipuan hingga Ratusan Juta

“Jadi untuk arisan fiktif juga terjadi di beberapa wilayah lainnya dengan memanfaatkan situasi psikologis masyarakat di tengah pandemi yang secara ekonomi serba sulit. Sehingga dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa, tentunya akan menjebak para korban untuk akhirnya mengikuti arisan,” jelasnya.

Salah satu member arisan Aleghoz, Etik Purwanti (32) mengaku terpaksa melapor karena upayanya untuk meminta uangnya kembali tidak kunjung dipenuhi oleh admin arisan online. Etik mengatakan, dirinya menderita kerugian hingga Rp160 juta.

Baca juga: Waspada! Kenali 5 Modus Penipuan Berkedok Arisan Online

“Saya gabung (arisan) Juni, sampai sekarang tidak ada yang keluar sama sekali uang saya. Kalau ditotal jumlah kerugian sekitar Rp4 miliar dari sekitar 50-an member. Kalau saya pribadi sekitar Rp 160 juta,” ujarnya, terpisah.

Ia mengaku sudah pernah berupaya menyelesaikan sendiri perkara tersebut. Namun karena janji admin arisan untuk mengembalikan uang tak kunjung dipenuhi, pihaknya kemudian melakukan langkah hukum.

“Awalnya ada rembugan, si admin ini sudah bilang bahwa mau diselesaikan. Tapi ternyata sampai sekarang tidak ada itikad baik. Waktu dicari dia sudah tidak ada di tempat,” ungkap Etik.

Baca juga: Butuh 1,5 Jam, Kapolsek Sambungmacan Pimpin Evakuasi Buaya 2,8 Meter

Etik sendiri mengaku bergabung dengan arisan Aleghoz ini usai diiming-imingi keuntungan oleh admin arisan. Selain itu, dirinya melihat para member terdiri atas berbagai latar belakang.

“Kalau saya pribadi pertama memang diajak, dikenalkan. Saya lihat di grup itu ada polisi, ada PNS, pegawai bank makanya saya juga percaya, dan ini sudah berjalan lama juga,” tuturnya.

Baca juga: Uang Arisan Online Rp3 Miliar Dibawa Kabur, Ratusan Warga Jambi Menjerit

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini