Kawanan Kera Turun Gunung Merapi, TNGM: Mereka Cari Makan

Solopos.com, · Rabu 25 Agustus 2021 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 25 512 2460960 kawanan-kera-turun-gunung-merapi-tngm-mereka-cari-makan-rAjltnmIZI.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

MAGELANG  - Video viral memperlihatan kawanan kera turun dari Gunung Merapi di Ngori Srumbung, Magelang, Jawa tengah, Selasa 24 Agustus 2021.

Akun Instagram @merapi_undecover mengunggah video berisi gerombolan hewan primata itu turun ke desa di lereng Gunung Merapi.

“Siang ini kera, kethek, munyuk entah apa namanya turun di Ngori Srumbung Magelang,” demikian bunyi keterangan postingan itu seperti dilihat pada Rabu (25/8/2021).

Dalam video itu, tampak kawanan kera turun di lokasi yang mirip area pertambangan. Lantas fenomena turun gunung kawanan kera tersebut dikaitkan dengan tanda alam akan terjadi bencana alam di Gunung Merapi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sejauh ini masih menetapkan status Siaga untuk Gunung Merapi.

Baca juga: Viral! Puluhan Ekor Monyet Liar Serbu Rumah Warga di Depok

Terkait turunnya gerombolan kera tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) memprediksi mereka turun untuk mencari makan. Belum ada kaitannya dengan aktivitas Merapi lantaran belum ada perubahan signifikan.

“Mereka turun kemungkinan besar untuk mencari makan. Karena kalau terkait kegempaan (Merapi), seharusnya ada satwa yang lebih sensitif lagi yakni lutung dan kijang,” kata Kasubag Tata Usaha Balai TNGM, Akhmadi.

Baca juga: Diduga Kelaparan, Kawanan Monyet Liar Acak-Acak Sekolah di Tangerang

Akhmadi menganalisis penyebab kawanan kera tersebut turun gunung lantaran saat ini masuk musim kemarau mengakibatkan minimnya makanan untuk kera. Kemudian, karena aktivitas Merapi yang meningkat membuat aktivitas manusia berkurang.

“Kalau bukan karena aktivitas kegempaan Merapi, bisa jadi mereka turun karena ini kan kemarau, ketersediaan pangan untuk Makaka di puncak berkurang. Kedua, bisa jadi karena aktivitas manusia di puncak berkurang. Jadi kera-kera itu merasa aman-aman saja kalau turun,” urainya.

Ia menjelaskan kondisi vegetasi di kawasan Srumbung lebih sedikit dibandingkan dengan lereng Merapi bagian timur. Menurutnya jenis vegetasi di kawasan Srumbung termasuk ke dalam golongan sekunder, sehingga ketersediaan pangan bagi para satwa lebih sedikit.

Baca juga: Tragis, Bayi Kembar Berusia 8 Hari Digondol Kawanan Monyet, Dibuang ke Parit

“Srumbung itu sekunder. Jadi dimungkinkan ketersediaan pangan di sana lebih sedikit dibanding wilayah timur,” sambungnya.

Analisis yang dikatakan Akhmadi bukan tanpa dasar. Menurutnya, kejadian turunnya kawanan kera juga sempat terjadi di Kaliurang, Sleman.

“Kemarin kan sama juga di Kaliurang. Ojek wisata ditutup, kera-kera itu jadi turun,” tukasnya.

Baca juga: Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sejauh 2.000 Meter

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini