Perkara Investasi 'Titip Trading Usaha Bersama', Terdakwa Divonis 33 Bulan Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 26 Agustus 2021 02:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 608 2461221 perkara-investasi-titip-trading-usaha-bersama-terdakwa-divonis-33-bulan-penjara-dpLTW64qw0.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

MEDAN - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan pidana penjara selama 33 bulan atau 2 tahun 9 bulan penjara kepada Naikta Revina Sembiring, warga Jalan Sawit Raya Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Pengelola investasi 'Titip Trading Usaha Bersama' itu dihukum karena telah melakukan penipuan berkedok investasi.

Vonis terhadap terdakwa dibacakan dalam persidangan secara virtual yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Sayed Tarmizi dari ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (25/8/2021).

Dalam amar putusannya, hakim menilai wanita paruh baya itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dakwaan pertama penuntut umum. Perbuatan Naikta menghimpun uang dari korbannya dengan iming-iming imbal hasil berlipat ganda dalam beberapa hari, dianggap melanggar Pasal 378 KUHPidana.

"Menjatuhkan kepada terdakwa hukuman 2 tahun 9 bulan penjara," kata hakim Tarmizi.

Hal memberatkan hukuman Naikta, sebut Tarmizi adalah karena perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Sedangkan hal meringankan, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya.

"Terdakwa juga sopan selama persidangan dan telah menyesali perbuatannya," sebut hakim.

Baca Juga : Agus Widjojo Jawab Tuduhan "Terlalu Amerika"

Vonis majelis hakim lebih ringan 3 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumna JPU Irma Hasibuan menuntut terdakwa agar menjalani pidana 3 tahun penjara. Atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerima keputusan tersebut. Begitu juga dengan jaksa penuntut umum.

Kasus penipuan berkedok investasi ini sendiri terjadi antara tahun 2018 dan 2019 lalu. Saat itu terdakwa menghimpun dana hingga miliaran Rupiah dari sejumlah korban. Tak sedikit korbannya yang menyetorkan uang hingga ratusan juta rupiah.

Dalam upaya memuluskan aksinya, terdakwa menawarkan sejumlah paket investasi yang diberi nama Titip Trading Usaha Bersama (TTUB). Terdakwa menjanjikan imbal hasil investasi hingga dua kali lipat dalam kurun waktu beberapa hari. Ia bahkan mengaku punya dana cadangan hingga Rp2 miliar sebagai jaminan atas paket investasi yang dia tawarkan.

Korban yang tergiur dengan besarnya imbal hasil investasi tersebut, tertarik dan menyetorkan dana mereka. Awalnya pembayaran imbal hasil berjalan baik. Korban yang menyetor dana ratusan juta bisa mendapatkan imbal hasil hingga puluhan juta Rupiah. Namun belakangan imbal hasil tak dibayarkan dan terdakwa tak mengembalikan modal investasi yang disetor para korban. Kasus itu pun kemudian dilaporkan ke polisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini