Dua Spesialis Pencuri Sepeda "Sultan" Ditangkap Polisi

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 27 Agustus 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 519 2462013 dua-spesialis-pencuri-sepeda-sultan-ditangkap-polisi-K3u22R5Uqr.jpg Polisi merilis pelaku spesialis pencurian sepeda (Foto: Avirista)

MALANG - Polisi berhasil menangkap dua pelaku residivis pencurian spesialis sepeda "sultan" bernilai jutaan rupiah. Pelaku sendiri diketahui baru saja keluar dari tahanan pada 2018, dengan perkara pencurian sepeda yang juga menjeratnya.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo mengungkapkan, tersangka berinisial AS dan HL diamankan, setelah pihaknya melakukannya penyelidikan. Sebelumnya ada seorang korban yang merasa kehilangan sepeda di depan rumahnya.

Dari laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan kedua pelaku pada 14 Agustus 2021 lalu.

"Di sini kita berhasil mengamankan dua orang pelaku, memang dia spesialis dari pencurian sepeda. Sebelumnya dia juga seorang residivis. Di perkara sama, di pencurian sepeda, keluar tahun 2018. Kemudian setelah keluar, istirahat sebentar. Kemudian dia melakukan aksinya kembali," ucap Kompol Tinton Yudha Riambodo, saat memimpin rilis di Mapolresta Malang Kota, pada Jumat pagi (27/8/2021).

Baca juga: Heboh Begal Salah Sasaran di Depok, Nekat Curi HP Emak-Emak Sangar!

Tinton menerangkan, sejak keluar dari 2018 tersebut, kedua pelaku teridentifikasi telah melakukan pencurian sepeda jenis bernilai jutaan di 30 tempat berbeda. Dari puluhan tempat itu, baru empat korban yang melaporkan kejadian pencuriannya ke polisi.

"Kurang lebih 30 TKP (Tempat Kejadian Perkara). Dasar kita baru ada empat laporan yang berhasil ungkap berdasarkan laporan masyarakat. Baik itu dari polres maupun Polsek. Korban ada kurang lebih 4 orang. Sebagai pemilik sepeda, TKP-nya adalah di daerah Blimbing, sebagian besar ada di Blimbing, kemudian Lowokwaru," terangnya.

Baca juga: Sempat Hilang Beberapa Jam, Korban Pergoki Motornya Dipakai Maling

Sementara itu, dari puluhan sepeda yang berhasil dicuri keduanya polisi hanya menemukan 15 unit sepeda. Sedangkan barang bukti yang lainnya sudah dijual oleh keduanya ke Jawa Tengah.

"Jadi dia tidak mau melempar ke daerah Jatim, karena takut tercium. Maka mereka berupaya untuk melempar ke Jateng, dijualnya rata-rata ke daerah Jawa Tengah," jelasnya.

Alhasil pihaknya dari puluhan sepeda bernilai jutaan yang dicuri keduanya. Hanya 15 unit sepeda yang ditemukan di daerah Jawa Tengah, namun sisanya belum berhasil diamankan kepolisian.

"Oleh tersangka yang kurang lebih 30 TKP. Tetapi kita berhasil mengumpulkan sepeda kurang lebih 15 sepeda. Jadi sebagian besar barang-barang yang kita temukan ini di Jateng semua. Rata-rata mereka menjual dengan harga pasaran misalnya ada pasarannya Rp6 juta, ya dijualnya Rp6 juta, pasarannya second-nya" paparnya.

Baca juga: Beraksi di Siang Bolong, Pencuri Nyaris Diamuk Massa

"Jadi lebih menguntungkan sepeda daripada curanmornya. Karena sepeda lebih gampang laku apalagi di saat pandemi ini sepeda lebih. Jadi mereka melakukan pencurian, mereka sepeda ini karena mereka mengetahui di saat pandemi, kegiatan olahraga ditingkatkan terutama sepeda. Mereka jadi banyak sekali peminatnya daripada sepeda tersebut," tambahnya.

Kini keduanya kembali harus mendekam dibalik jeruji besi lantaran dijerat dengan Pasal 363 KUHP juncto Pasal 65 KUHP. "Ancamannya pidana lima tahun penjara," tandasnya.

Baca juga: 5 Kali Beraksi, Pencuri AC Ditangkap di Tebet

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini