Kematian Covid-19 Bali Tinggi, Panglima: Semua Elemen Harus Disiplin 3 M dan 3 T

Tim Okezone, Okezone · Minggu 29 Agustus 2021 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 29 244 2462842 kematian-covid-19-bali-tinggi-panglima-semua-elemen-harus-disiplin-3-m-dan-3-t-FZ2lM052xd.jpg Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Puspen TNI)

BALI - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memimpin diskusi terkait penanganan Covid-19 dan tatap muka bersama Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten se-Bali di Kantor Gubernur Bali, Minggu (29/8/21).

Kegiatan diawali oleh laporan Gubernur Bali Wayan Koster terkait dinamika kondisi Pandemi Covid-19 serta penanganan yang telah dilaksanakan oleh Pemprov Bali Dibantu oleh Kodam IX/Udayana dan Polda Bali, termasuk di antaranya penyiapan tempat Isoter.

Berdasarkan data dari Kemenkes Jumat 28 Agustus 2021, Provinsi Bali masih menduduki 4 besar provinsi dengan angka jumlah kematian tertinggi di bawah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

"Diperlukan komitmen yang kuat, dari setiap unsur untuk mengembalikan Bali seperti dulu," ujar Panglima TNI.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Sorong, Panglima TNI Pesan Jaga Kerja Sama dan Sinergi

Saat ini, data indikator di Provinsi Bali, kasus konfirmasi masih berada di level-3 dengan positivity rate masih cukup tinggi, tentunya tracing kontak erat masih perlu ditingkatkan agar mencapai target 1:15 per 1 kasus konfirmasi.

Walaupun tren kasus konfirmasi mengalami penurunan, patut diwaspadai karena BOR yang cukup tinggi. Walaupun pasien Isoter saat ini tinggi, namun masih ada Isoman. Oleh karena itu kesadaran masyarakat untuk ke isoter harus terus ditingkatkan untuk menurunkan angka kematian.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri Apresiasi Penanganan Covid-19 di Merauke

"Saya melihat rasio tracing yang bagus adalah Kabupaten Buleleng dengan 6,57 atau 6 hingga 7 orang dilacak untuk setiap 1 kasus konfirmasi. Tetapi masih perlu ditingkatkan lagi agar positivity rate dapat diturunkan dibawah 5%. Untuk Kabupaten Jembrana tracing 0 dan angka kematian pada tingkat-4 sementara BOR masih memadai untuk merawat pasien. Tanpa tracing maka akan sulit menurunkan positivity rate dan mengendalikan laju penularan," ujarnya.

Semua elemen harus membangun kesadaran disiplin untuk mengaplikasikan 3 M dan 3 T guna melindungi orang lain terutama mereka yang memiliki komorbid dan mereka yang belum divaksin. Pelaksanaakn tracing kontak erat juga harus di gencarkan serta menurunkan indeks mobilitas serta mempercepat vaksinasi.

"Para petugas harus tetap humanis dan dengan pendekatan kearifan lokal untuk memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya Vaksinasi, 3M dan 3T guna memutus mata rantai Covid-19 di Pulau Bali yang sangat indah ini," tegas dia.

Baca juga: Tinjau Isoter Terapung KM Tidar di Jayapura, Panglima TNI: Semua Harus Semangat dan Yakin Sehat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini