Khofifah: Pemprov Jatim Tak Pernah Terbitkan Aturan Penanganan Covid-19 Berhonor

Yudha Prawira, iNews · Minggu 29 Agustus 2021 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 29 519 2462853 khofifah-pemprov-jatim-tak-pernah-terbitkan-aturan-penanganan-covid-19-berhonor-8pCTv2sfLs.jpg Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Foto: Dok Okezone)

SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan bahwa seluruh kegiatan penanggulangan pandemi Covid-19 di Pemprov Jatim tidak berhonor atau berbayar.

Hal tersebut disampaikan Khofifah menyusul pengakuan Bupati Jember Hendy Siswanto yang menerima honor mencapai Rp70 juta dari pemakaman jenazah Covid-19.

"Selama Covid-19 tidak ada yang berhonor itu kalau di Pemprov. Tidak ada raker dan rakor setingkat apa pun yang berhonor," kata Khofifah saat meninjau vaksinasi Covid-19 di Surabaya, Minggu (29/8/2021).

Dia menegaskan bahwa Pemprov Jatim tidak pernah menerbitkan apa pun, baik Surat Keputusan maupun Surat Edaran tentang penanganan Covid-19 yang berhonor.

Baca juga: Ditemani Khofifah, Ridwan Kamil Kunjungi Islamic Center Surabaya untuk Didesain Ulang

Mantan Mensos itu menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan Inspektorat kepada Pemkab Jember untuk memastikan apakah kasus tersebut akan diteruskan ke aparat penegak hukum kendati honorarium pemakaman jenazah Covid-19 di Jember telah dikembalikan ke kas daerah.

Sebelumnya, Bupati Jember Hendy Siswanto menjadi sorotan setelah dirinya dan dua pejabat daerah lainnya mengaku mendapat honor dari pemakaman Covid-19.

Baca juga: Silaturahmi dengan Perantau Jatim di Kepri, Khofifah Imbau Tak Mudik

Adapun total honorarium mencapai Rp282 juta. Hendy diketahui mendapat dana akumulasi hingga sebesar Rp70 juta lantaran dirinya menjabat pengarah pemakaman Covid-19 dan melakukan tugas evaluasi dan monitoring.

Selain Hendy, honor pemakaman juga diterima oleh Sekda Jember dan pejabat BPBD.

Baca juga: Anies Tinjau Vaksinasi di Gereja Kristen Jawa Jakarta

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini