PTM Dimulai, Akses Jalan ke SD di Tasikmalaya Ditutup "Benteng" Setinggi 3 Meter

Asep Juhariyono, iNews · Selasa 31 Agustus 2021 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 525 2463906 ptm-dimulai-akses-jalan-ke-sd-di-tasikmalaya-ditutup-benteng-setinggi-3-meter-OLwUOndKTL.jpg Siswa berdiri di depan pagar beton di akses jalan menuju sekolahnya (Foto: Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA - Akses jalan menuju Sekolah Dasar Negeri 2 Tugu, di Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ditutup benteng setinggi 3 meter oleh pemilik tanah yang ada di depan sekolah. Akibatnya, para murid dan guru terpaksa harus masuk sekolah melalui jalan belakang sekolah melewati kebun dan sawah.

Baca Juga:  Hari Ini, 610 Sekolah di DKI Jakarta Mulai Pembelajaran Tatap Muka

Sekolah tersebut memiliki 167 orang siswa itu. Lantaran ditutup, para siswa kini tidak bisa masuk melalui jalan depan yang mereka biasa lintasi. Padahal, saat ini pembelajaran tatap muka (PTM) sudah mulai diberlakukan.

Benteng yang dibangun oleh pemilik tanah ini sudah berdiri sejak awal 2021 lalu, saat pembelajaran dilakukan secara daring dan pemilik tahan memberikan jalan dengan lebar 50 sentimeter. 

Namun, akses jalan yang diberikan oleh pemilik tanah ini masih sulit untuk diakses oleh para siswa dan guru yang akan masuk ke sekolah, karena selain sempit juga terhalang oleh bangunan mushola milik rumah makan yang berada di sampingnya.

Saat ini, para siswa dan guru terpaksa harus masuk melalui pintu belakang yang melewati kebun dan sawah milik warga sekitar sekolah.

Sejumlah siswa saat ini hanya bisa pasrah dan berharap agar akses jalan bisa kembali dibuka lewat jalan depan agar mereka lebih mudah dan lebih dekat, karena saat ini harus lewat belakang melalui kebun dan sawah.

Baca Juga:  Pembelajaran Tatap Muka di Bekasi Akan Digelar Bulan Depan

Menurut Kepala SDN 2 Tugu, Sri Mulyani yang baru bertugas sejak bulan Juni 2021 lalu, awalnya jalan ini memang tidak bermasalah karena pemilik tanah memberikan akses jalan yang lebar untuk masuk ke sekolah.

Namun, kemudian ada bantuan pengaspalan untuk lahan halaman sekolah dan jalan menuju sekolah, sehingga akhirnya jalan menuju sekolah ditutup benteng. Sebab, ada ketakutan dari pihak pemilik tanah jika nanti jalan tersebut dianggap milik sekolah.

Sebelumnya, sempat ada komunikasi antara pemilik tahan dengan pihak sekolah, bahkan ada bangunan dua lokal yang berdiri di lahan milik keluarga pemilik tanah ini. Bahkan, terjadi perdebatan antara pihak Badan Pertanahan Nasional, pemilik tanah dan sekolah, sehingga akhirnya pemilik tanah mengalah dan memilih membenteng jalan menuju akses ke sekolah pada awal 2021.

Setelah jalan dibenteng, pihak pemilik tahan memberikan akses jalan dengan lebar 50 sentimeter di samping benteng dan hingga saat ini belum bisa digunakan karena jika digunakan tidak akan bisa dilalui. Kecuali pemilik tanah yang sebelahnya memberikan akses jalan juga ke sekolah.

Namun, karena saat ini lahan yang sebelah ini sudah disewa oleh pemilik rumah makan, sehingga saat ini pihak sekolah tidak bisa berbuat apa-apa. Saat ini, memilih menggunakan jalan belakang untuk keluar masuk akses menuju sekolah.

Sementara itu, saat ini Pemerintah Kota Tasikmalaya sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka di semua sekolah di kota Tasikmalaya, dengan kapasitas 50 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini