Banjir Landa Sidenreng Rappang Sulsel, 652 Warga Terdampak

Erha Aprili Ramadhoni, Okezone · Rabu 01 September 2021 21:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 609 2464743 banjir-landa-sidenreng-rappang-sulsel-652-warga-terdampak-oUDKRsgeiN.jpeg Banjir di Sidenreng Rappang, Sulsel. (BNPB)

JAKARTA – Sebanyak 652 jiwa di dua kecamatan wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan (Sulsel), terdampak banjir. Banjir uang dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Tanrutedong serta Danau Sidenreg itu terjadi sejak Minggu (29/8/2021) pukul 21.00 Wita.

"Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang tercatat sebanyak 652 jiwa terdampak kejadian tersebut. Tak hanya itu, peristiwa ini itu juga mengakibatkan 163 rumah dan lahan pertanian seluas 275 hektar terdampak," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Rabu (1/9/2021).

Ia menjelaskan, daerah yang penduduknya mengalami dampak yakni Kelurahan Salomallori dan Desa Kalosi di Kecamatan Dua Pitue, kemudian Kelurahan Wette'e di Kecamatan Panca Lautang.

Berdasarkan hasil pemantauan visual hari ini (1/9) pukul 12.00 WIB terdapat beberapa titik yang masih tergenang banjir, tinggi muka air berkisar 50-250 sentimeter di antaranya di Kecamatan Panta Lautang.

Ia mengtakan, BPBD Kabupaten Sidenreng Rappang yang sebelumnya sudah meneruskan informasi peringatan dini kepada perangkat daerah setempat. Memanfaatkan jaringan komunikasi Whatsapp Group yang terhubung dengan para perangkat daerah, informasi dikirimkan untuk menjadi perhatian bersama dalam mengambil sikap mitigasi awal yang dianggap perlu.

"Selain itu, BPBD melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan monitoring dan pendataan dilokasi kejadian. Hal ini bertujuan untuk menjadi acuan untuk pengambilan langkah sebagai tindakan percepatan penanganan banjir," tuturnya.

Baca Juga : Indonesia Bakal Hadapi Kekeringan dan Banjir di Waktu Bersamaan, Ini Antisipasi BNPB

Berdasarkan analisis InaRisk Kabupaten Sidenreng Rappang merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 11 kecamatan berada pada potensi tersebut.

Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG, Prakiraan awal musim hujan pada tahun ini, wilayah Sulawesi Selatan diprediksi memasukinya pada bulan September hingga November 2021. Menghadapi musim hujan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini