Mayat Wanita dalam Karung dan Jasad Pria Tergantung Diduga Pasangan Selingkuh

Solichan Arif, Koran SI · Kamis 02 September 2021 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 519 2465235 mayat-wanita-dalam-karung-dan-jasad-pria-tergantung-diduga-pasangan-selingkuh-OY1BcPKVD1.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

BLITAR - Jasad laki-laki yang tewas tergantung dan mayat wanita di dalam karung yang ditemukan di perkebunan sengon, Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, diduga memiliki hubungan asmara. Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan fakta yang mengarah keduanya sebagai pasangan selingkuh.

"Mengarah ke sana (pasangan selingkuh," ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setiawan kepada wartawan Kamis (2/9/2021).

Laki-laki itu tewas dengan posisi tergantung di atas pohon sengon di sekitar sungai. Leher yang bersangkutan terjerat tali dengan ujung lain terikat pada tangkai pohon.

Tahu ada mayat tergantung, anak-anak yang hendak bermain ke sungai langsung melapor ke warga dan diteruskan ke petugas. Dari penyelidikan, laki-laki yang diduga tewas gantung diri itu diketahui bernama Hari Iswanto (45), warga Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok. Yang bersangkutan informasinya bekerja di kandang peternakan ayam.

Baca Juga : Heboh! Pria Tewas Tergantung, Disampingnya Ada Mayat Wanita Dalam Karung

Tidak jauh dari jasad yang tergantung, ditemukan karung bekas pakan ayam yang berada di atas sepeda motor honda vario warna abu-abu. Di dalam karung meringkuk mayat wanita yang kemudian diketahui bernama Diana Wahyu Lestari (30) warga Desa Darungan, Kecamatan, Kademangan. Pada bagian muka jenazah memar-memar, yang membuat nyaris sulit dikenali.

Di dalam tas yang berada di jok motor, petugas juga mendapati perhiasan emas, uang tunai dan telepon selular. Yudhi membenarkan, identitas yang ditemukan merujuk pada kedua jenazah. "Iya sesuai dengan identitas yang ditemukan," kata Yudhi. Dari penyelidikan, keduanya diketahui sama-sama sudah berkeluarga. Diana sudah bersuami dan memiliki satu orang anak. Demikian pula dengan Hari, juga sudah berkeluarga.

Informasinya, Diana sudah lama bekerja di peternakan ayam di wilayah Kawedusan, Kecamatan Ponggok. Ia menekuni kerja sekitar 9 tahun, yang bahkan sebelum berkeluarga. "Kedua orang itu sama-sama sudah berkeluarga. Karenanya diduga ada hubungan asmara," tambah Yudhi.

Begitu ditemukan Rabu 1 September, kedua jenazah langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi. Hasilnya, kematian Hari disebabkan terjerat tali pada lehernya akibat bunuh diri.

Sedangkan kematian Diana akibat pukulan benda tumpul. Menurut Yudhi, saat ini petugas masih mendalami kronologi kematian keduanya. Dari penyelidikan awal terungkap, bagaimana Hari diduga lebih dulu menghabisi Diana.

Setelah itu yang bersangkutan mengkhiri hidup dengan gantung diri di pohon sengon. Terkait motif yang mendorong yang bersangkutan berbuat nekat, petugas masih melakukan pendalaman.

Ada dugaan karena faktor cemburu yang dipicu si wanita memiliki pria idaman lain. Dalam olah TKP, petugas juga sempat mendatangi rumah korban Hari. Sebelum ditemukan tewas di lokasi yang sama, ada dugaan keduanya sempat lebih dulu bertemu di rumah korban Hari. "Saat ini kita masih meminta keterangan saksi-saksi," pungkas Yudhi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini