Akhir Pekan, Ganjil-Genap Bakal Diterapkan di Bandung

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 02 September 2021 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 02 525 2464797 akhir-pekan-ganjil-genap-bakal-diterapkan-di-bandung-zJ0fCzFRoa.jpg Ganjil-genap di Kota Bogor. (Foto : Putra Ramadhani)

BANDUNG - Kota Bandung akan kembali memberlakukan sistem ganjil-genap untuk menekan euforia masyarakat menyusul penurunan level kewaspadaan Covid-19.

Tidak seperti sebelumnya saat sistem ganjil-genap hanya diberlakukan pusat kota, cakupan sistem ganjil-genap kali ini lebih luas dan menyasar kendaraan yang masuk melalui lima gerbang tol yang tersebar di Kota Bandung. Selain itu, waktu pelaksanaannya lebih panjang.

Sistem ganjil-genap rencananya diterapkan di Gerbang Tol Pasteur, Gerbang Tol Pasirkoja, Gerbang Tol Mohamad Toha, Gerbang Tol Kopo, dan Gerbang Tol Buah Batu sebagai pintu masuk utama kendaraan dari luar Kota Bandung yang berlaku mulai 3-6 September 2021.

"Pada weekend nanti, hari Jumat, Sabtu, dan Minggu direncanakan akan dilaksanakan sistem ganjil genap," ujar Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP M Rano Hadiyanto di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (1/9/2021).

Ia melanjutkan, aturan teknis terkait penerapan sistem ganjil-genap tersebut akan mengacu pada surat keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.

"Rencananya, ganjil-genap akan dilaksanakan mulai pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB," ujarnya seraya mengatakan, pihaknya akan kembali merilis keterangan lebih lengkap terkait aturan tersebut.

Menurut Rano, penerapan sistem ganjil genap dilaksanakan di lima gerbang tol yang menjadi pintu masuk pavorit warga itu. Adapun di pusat kota, pihaknya masih melakukan kajian, apakah ganjil genap di pusat kota perlu dilakukan atau tidak.

"Itu akan dirapatkan di forum komunikasi angkutan jalan dengan hasil analisa dari Satgas Covid-19 Kota Bandung," katanya.

Baca Juga : Langgar Ganjil-Genap, 49 Kendaraan Ditilang

Rano menjelaskan, penerapan sistem ganjil-genap bertujuan untuk mengendalikan mobilitas masyarakat, sehingga masyarakat tidak euforia dalam menyikapi penurunan status Kota Bandung dari sebelumnya zona merah atau zona risiko tinggi penularan Covid-19 ke zona oranye.

Diketahui, Kota Bandung pun kini telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 setelah sebelumnya menerapkan Level 4.

"Sehingga masyarakat tidak euforia atau terlena karena kota Bandung juga masih ada di level 3. Tentunya tetap harus ada pengendalian mobilitas yang mengarah ke pusat Kota Bandung ataupun tempat-tempat wisata yang ada di kota Bandung," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini