Ridwan Kamil Gagas Pembangunan Monumen Perjuangan Covid-19 di Jabar

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 03 September 2021 16:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 525 2465791 ridwan-kamil-gagas-pembangunan-monumen-perjuangan-covid-19-di-jabar-1lcHqevbOP.jpg Ridwan Kamil. (Foto: Dok Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menggagas pembangunan Monumen Perjuangan Covid-19 sebagai bentuk penghormatan terhadap para pejuang yang gugur dalam penanganan Covid-19 di Jabar. 

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan langsung gagasan tersebut kepada Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia (Mensesneg RI), Pratikno. 

"Saya sudah menyampaikan ke Menseneg terkait monumen perjuangan untuk pahlawan covid," ungkap Kang Emil dalam konferensi pers virtual, Jumat (3/9/2021). 

Tanpa menyebutkan lokasi tepatnya di mana monumen itu dibangun, Kang Emil menyatakan, jika tidak ada aral melintang, monumen tersebut akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), 10 November 2021.

"Nanti 10 November kalau tidak ada halaangan, Presiden akan meresmikan monumennya di Jabar," katanya. 

Baca juga: Ridwan Kamil Nilai Indonesia Bakal Aman Jika Vaksinasi di Luar Jawa Berjalan Baik

Menurut Kang Emil, monumen tersebut akan memuat dua simbol, yakni simbol tangguh dan tumbuh. Dia menjelaskan, simbol tersebut berisikan pesan bahwa pihaknya tidak akan pernah melupakan sejarah.  

"Ada dua simbol tangguh dan tumbuh. Itu satu pesan bahwa kami jas merah, tidak akan meninggalkan sejarah karena ada banyak nakes yang meninggal dunia, salah satunya peneliti vaksin Sinovac," tuturnya.  

Rumuskan Santunan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Lebih lanjut Kang Emil mengatakan, pihaknya pun kini tengah merumuskan santunan yang akan diberikan kepada anak-anak yang harus menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19, salah satunya masa depan pendidikan mereka. 

"Kita sudah merapatkan, di sini juga ada DPRD. Semua yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal karena covid, pendidikannya diurus minimal sampai SMA dan SMK, pada dasarnya sudah gratis," katanya. 

Selain pendidikan, kata Kang Emil, pihaknya pun akan memperhatikan kesehatan para anak yatim piatu itu. Terlebih, banyak pihak yang juga ingin berpartisipasi menyantuni mereka.  

"Tentu ada kesehatan di luar biaya pendidikan, akan kita rumuskan. Saya juga melihat masyarakat banyak yang ingin berpartisipasi menyantuni. Kami sedang rumuskan," tandasnya.  

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini