Polisi Gandeng Dishub Analisa CCTV Sekitar TKP Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 03 September 2021 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 525 2465914 polisi-gandeng-dishub-analisa-cctv-sekitar-tkp-pembunuhan-ibu-dan-anak-di-subang-BxrLkmpK9F.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

BANDUNG - Polda Jawa Barat menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menganalisa rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Erdi A Chaniago mengatakan bahwa TKP pembunuhan tersebut sangat minim penerangan.

Menurut dia, Dishub diharapkan memiliki rekaman CCTV dengan resolusi yang lebih bagus untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis yang mayatnya diletakkan di bagasi mobil tersebut.

"Kita butuh kehati-hatian, kita juga butuh menggandeng pihak lain seperti Dishub yang punya CCTV dengan resolusi yang lebih bagus," kata Erdi, Jumat (3/9/2021).

Dia menjelaskan, penyidik juga menganalisa aktivitas gadget yang saat itu berada di sekitar lokasi dengan proses digitalisasi.

Baca juga: Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Mengerucut, Polisi: Ada Beberapa Orang di Lokasi

"Karena satu per satu memiliki peran yang berbeda. Ini yang kita singkronisasikan, kita kemas, sehingga kita bisa analisa," tuturnya.

Menurut Erdi, TKP pembunuhan juga sangat rapi. Alhasil, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab belum terungkapnya pelaku pembunuhan.

"Jadi kita memang sangat membutuhkan waktu karena di TKP sendiri kita akui kejadian itu sangat rapi. Tentunya kita mencari pembuktian bukan di TKP saja, tapi kita akan menarik mundur perkiraan perkiraan waktu berdasarkam kematian kedua korban tersebut," katanya.

Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang: Handphone Korban yang Hilang Ada 3

Erdi membenarkan bahwa pihaknya memang memiliki alat-alat canggih untuk mendeteksi tindak kejahatan, seperti peristiwa pembunuhan itu.

Dia menyebut bahwa ada beberapa orang yang berada di TKP saat peristiwa pembunuhan sadis tersebut.

"Namun, ini proses terjadinya sebuah pembunuhan di mana proses itu harus dipelajari karena di sini kita melihat ada beberapa orang dan jam-jam tertentu ada di lokasi tersebut, ini satu per satu ini akan kita gali," katanya.

Sekadar diketahui, lebih dari dua pekan berlalu sejak jasad Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan di bagasi mobil Alphard di rumahnya di Kampung Ciseuti, Desa Jalancagak, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Rabu 18 Agustus 2021.

Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi Analisis HP Sejumlah Saksi

Ibu dan anak gadisnya itu diketahui menjadi korban pembunuhan sadis. Diduga, keduanya tewas mengenaskan akibat benda tumpul yang dibenturkan pelaku ke kepala kedua korban. Bahkan, akibat benturan benda tumpul itu, tengkorak Amalia Mustika Ratu retak.

Ditemukan juga luka robek di bibir Tuti Suhartini yang diduga akibat sabetan pisau. Mengacu pada temuan awal kedua korban tersebut dan rangkaian proses penyelidikan yang telah dilakukan.

Baca juga: Pembunuhan Ibu dan Anak, Yosef dan Istri Mudanya Akan Buka-bukaan

Erdi menambahkan bahwa saat ini proses penyelidikan kasus pembunuhan sadis tersebut sudah mengerucut. Dia pun meminta publik bersabar lantaran dalam waktu dekat, polisi akan membeberkan siapa pelaku pembunuhan tersebut.

"Mohon doanya memang sudah mengerucut. Beberapa orang kita curigai, namun kembali lagi kita tidak mengejar pengakuan karena kematian korban ini diduga terjadi dalam situasi yang gelap, pagi-pagi ditemukan," tutur Erdi.

Baca juga: Pembunuhan Ibu-Anak, Pengacara: Yosef dan Istri Mudanya Tak Dijemput Polisi

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini