Keluarga Pasien Covid-19 Ditagih Rp456 Juta, Ini Penjelasan Rumah Sakit

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Jum'at 03 September 2021 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 608 2465649 keluarga-pasien-covid-19-ditagih-rp456-juta-ini-penjelasan-rumah-sakit-UZV8nAGEMC.jpg Pihak rumah sakit sampaikan klarifikasi terkait tagihan pada keluarga pasien Covid-19 (Foto : iNews)

MEDAN - Tagihan terhadap pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia di Rumah Sakit Columbia Asia Medan bikin heboh lantaran jumlahnya mencapai Rp456 juta.

Keluarga pasien pun protes terhadap rumah sakit perihal tagihan tersebut. Sebab, sebelum pasien meninggal keluarga telah melakukan deposit sebesar Rp166 juta rupiah dan masih ditagih karena kurang.

Pihak keluarga pasien, Ria Anjelina Siregar, mengeluhkan mahalnya tagihan pembayaran di rumah sakit, di mana pasien sebelumnya mengalami demam tinggi dan batuk. Setelah dilakukan tes, pasien dinyatakan positif Covid-19.

Pansien menjalani perawatan selama 25 hari di rumah sakit tersebut, keluarga terkejut pihak rumah sakit melakukan tagihan biaya sebesar Rp456 juta. Keluarga berpikir pasien Covid-19 biaya perawatannya ditanggung oleh pemerintah.

Menanggapi kabar yang beredar, pihak RS Columbia Asia akhirnya buka suara. Selaku General Manager , Deny Hidayat, mengatakan pihaknya awalnya melakukan tagihan Rp456 juta setelah dikurangi dengan deposit yang ada, namun pihak keluarga menyebut tidak ada biaya lagi untuk membayarnya.

Baca Juga : Kapolri Minta Semua Lokasi Pusat Aktivitas Warga Dipasangi Aplikasi PeduliLindungi

Setelah melakukan diskusi, pihak rumah sakit menawarkan kepada pihak keluarga agar sisa tagihan dibebankan kepada Kemenkes untuk klaim pasien Covid-19.

Namun, dari total biaya tersebut kemenkes hanya mengcover sebesar Rp366 juta, dan masih bersisa Rp87 juta lagi yang menjadi beban keluarga.

"Kami jelaskan pada pihak keluarga, total biaya akan ditagihkan ke Kemenkes. Lalu, setelah dilakukan penghitangan, yang ditagihkan pada keluarga hanya Rp87 juta, dan sisa 366 juta akan kita taguhkan ke Kemenkes," ujarnya.

Sementara itu, Penggeng Harahap, selaku paman pasien, mengatakan pihak rumah sakit melakukan hal tersebut setelah viralnya kabar tagihan ratusan juta terhadap pasien Covid-19.

Pihak keluarga juga meminta seharusnya tidak ada lagi tagihan dibebankan terhadap biaya yang dinilai sangat besar tersebut, dan keluarga sudah mengaku tidak sanggup.

Diketahui sebelumnya, pasien masuk ke rumah sakit pada 27 Juli 2021, dan dinyatakan positif Covid-19 serta menjalani perawatan hingga akhirnya meninggal dunia pada 19 Agustus 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini