Dirujuk Pakai Mobil Tahanan, Seorang Napi Meninggal di Rumah Sakit

Lukman Hakim, Koran SI · Senin 06 September 2021 01:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 519 2466594 dirujuk-pakai-mobil-tahanan-seorang-nai-meninggal-di-rumah-sakit-Yjevu123ER.jpg Seorang napi dirujuk ke rumah sakit menggunakan mobil tahanan (Foto : Istimewa)

SURABAYA – Nasib malang dialami Imron Andi. Narapidana (Napi) atau warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Gresik itu meninggal setelah empat hari dirawat di Rumah Sakit (RS) Ibnu Sina, Kabupaten Gresik.

Imron dirujuk dari rutan ke RS dengan mobil tahanan. Penyebabnya, rutan yang terletak di daerah Banjarsari itu tak memiliki ambulans yang memadai.

Menurut Kepala Rutan Gresik Aris Sakuriyadi, Imron sudah mengeluh sakit sejak Selasa 31 Agustus 2021. Aris menuturkan, saat itu Imron mengeluh muntah dan sesak. Pria 38 tahun itu pun sempat berobat dan dirawat di Poliklinik Rutan Gresik.

“Namun, keesokan harinya sekitar pukul 12.30 WIB, sesak napasnya membera, yang bersangkutan kami rujuk ke RS Ibnu Sina,” ujar Aris, Minggu (5/9/2021).

Namun, pelayanan rujukan dari rutan kurang optimal. Pasalnya, pihak rutan tak memiliki mobil ambulance. Warga binaan kasus pencurian itu pun diangkut menggunakan mobil tahanan. Mobil yang seharusnya dibuat operasional mengantar warga binaan ke pengadilan, juga difungsikan untuk pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Napi Ini Minta Pendeta Pegang Tangannya Sebelum Disuntik Mati

Kondisinya tentu tidak ideal. Imron pun merasa semakin tak nyaman di dalam mobil tersebut. “Kami sudah berupaya optimal, tapi memang keterbatasan kami karena tidak memiliki ambulance, kami mohon maaf,” ujar Aris.

Sesampainya di RS Ibnu Sina, tim tenaga kesehatan (nakes) melakukan pemeriksaan dan observasi di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Imron sempat diswab dan hasilnya negatif.

Malam harinya, Imron dipindahkan ke Ruang Edelwise III. Namun setelah empat hari dirawat, pada Sabtu 4 September 2021, pukul 21.40 WIB, Imron dinyatakan meninggal dunia. Aris menyebutkan bahwa penyakit Imron diderita sebelum masuk ke rutan. “Kami mengucapkan duka yang mendalam dan mohon maaf kepada pihak keluarga,” tutur Aris.

Pihak rutan lalu melakukan serah terima dengan pihak keluarga. Jenazah juga sudah dikebumikan.”Pihak keluarga ikut mendapingi dan menunggu WBP selama dirawat di RS Ibnu Sina," jelasnya.

Sebelumnya, Imron dirujuk menggunakan mobil trans pemasyarakatan (Transpas) sejenis mobil yang ada terali dan dilengkapi borgol. Selain untuk moda transportasi sidang, mobil ini juga digunakan untuk sarana pemindahan narapidana dari rutan ke lapas lain di wilayah Jatim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini