Tahanan Polsek Medan Kota Meninggal, Polisi Tegaskan Tak Ada Penganiayaan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 07 September 2021 05:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 608 2467197 tahanan-polsek-medan-kota-meninggal-polisi-tegaskan-tak-ada-penganiayaan-M9Uvrs8YDm.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

MEDAN - Wakapolsek Medan Kota, AKP AW Nasution membantah kabar yang menyebut seorang tahanan mereka menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia di dalam sel tahanan.

"Enggak betul itu, dia meninggal karena penyakit getah bening yang dideritanya," ujar Nasution, Senin (6/9/2021).

Nasution juga membantah jika tahanan meninggal dunia di sel tahanan. Menurut Nasution, tahanan berinisial APG alias Aryes (34) itu meninggal saat dibantarkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

"Pihak keluarga pun tahu kalau dia (Aryes) meninggal karena sakit," tuturnya.

Sebelumnya, hukum keluarga Aryes, M Syai Rangkuti menyebut korban meninggal dunia saat ditahan di sel tahanan Polsek Medan Kota. Syai juga menyebut saat ditangkap pada Senin, 3 Agustus 2021 lalu, korban yang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba dalam kondisi sehat.

Baca Juga : Oknum Satpol PP yang Tendang Kepala Pemuda Dipecat

Korban juga sempat dijenguk sang istri saat berada di tahanan dan saat itu korban dalam kondisi sehat. Namun pada hari Minggu, 23 Agustus 2021 lalu, Polisi menyatakan Aryes telah meninggal dunia di RS Bhayangkara Medan.

Keluarga diakui Syai, sempat tak diizinkan mengurus jenazah korban. Syai mengaku Polisi yang akan menangani jenazahnya. Namun belakangan setelah dialog, jenazah Aryes bisa dibawa pulang. Saat dipulangkan ke keluarganya, jenazah Aryes terlihat mengalami bengkak di wajah dan dada. Serta ada pembengkakan di leher.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu AR Rambe mengaku siap jika pihak keluarga menempuh jalur hukum dan menggugat pihaknya.

"Benar tahanan tersebut meninggal tapi bukan karena dianiaya. Meninggalnya di rumah sakit Bhayangkara. Dia mengidap penyakit getah bening dan saat jenazah kita serahkan, kita bertanya sama keluarga apakah jenazah mau dioutopsi atau tidak," ujarnya.

"Kalau pihak keluarga curiga tentunya pihak keluarga mengajukan permohonan untuk outopsi. Tapi saat itu mereka tak bersedia dan ada surat pernyataan yang menyatakan tidak bersedia ditanda tangani keluarga," kata Rambe.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini