Bulus Raksasa Ditemukan di Klaten, Berat 20 Kg dan Diduga Berusia Puluhan Tahun

Saeful Efendi, iNews · Rabu 08 September 2021 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 512 2467959 warga-geger-temukan-bulus-di-proyek-pemancingan-dan-kuliner-xmqcOapG20.jpg Warga 'geger' temukan bulus di proyek pemancingan (Foto: Saeful Efendi/iNews)

KLATEN Proyek wisata pemancingan dan kuliner di embung Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk mendadak geger dengan penemuan bulus. Bulus itu ditemukan dalam kondisi sudah mati pada Senin (6/9) dini hari sekitar pukul 02.00. Penemuan bulus sempat mengundang perhatian warga sekitar.

Menurut Kirjo pekerja Proyek mengatakan saat ditemukan posisi bulus itu mengambang di tengah embung. Awalnya dikira bantal, tetapi setelah disorot dengan senter ternyata bulus, kondisinya sudah mati.

Bulus yang memiliki berat sekitar 20 kg itu lalu diangkat ke daratan. Awalnya bulus tersebut hendak dipotong dan dimasak untuk disantap. Namun tidak jadi. Hingga akhirnya diputuskan hendak diawetkan agar bisa menjadi ikon wisata desa setempat.

 (Baca juga: Warga Yogyakarta Temukan Bulus Raksasa Berumur 50 Tahun, Panjangnya 1 Meter!)

“Padahal kita sudah siapkan pisau untuk memotong. Termasuk daun pisang sebagai alasnya, sudah kami siapkan. Tapi tidak jadi kami potong dan disantap karena kondisinya sudah mati. Takutnya kalau ada apa-apa,” ucap Kirjo.

Dia mengaku, baru kali pertama ini melihat bulus ada di Desa Sabrang Lor. Apalagi di daerah sekitar embung juga tidak ditemukan penangkaran bulus. Kirjo pun tidak mengetahui bagaimana bisa bulus itu ditemukan di embung yang hendak direvitalisasi menjadi lokasi wisata pemancingan dan kuliner tersebut.

 (Baca juga: Ini Kendala Polisi Ungkap Penyebab Kematian Taruna PIP Semarang)

Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Sabrang Lor Budi Andrianto juga tidak tahu menahu jika embung yang ada di tengah perkampungan itu terdapat bulus. Ia memperkirakan masih ada bulus lain yang ada di embung tersebut.

“Kami kira bulus itu sudah berusia puluhan tahun. Untuk jenis kelaminnya saya kurang tahu. Kami rencanakan untuk diawetkan saja, sebagai penanda jika dalam pembangunan pemancingan dan kuliner pernah ditemukan bulus ini,” beber Budi.

Dia memastikan, di daerah sekitar embung tidak ada tempat untuk penangkaran bulus. Tetapi dia menduga, bisa jadi dahulunya ada orang yang memasukan bulus ke embung tanpa sepengetahuan lainnya. Sementara itu, untuk pemanfaatan embung tersebut selama ini untuk pengairan lahan pertanian pada sisi timur dari desa tersebut.

Sebelumnya, juga ditemukan saluran air yang dibangun sejak zaman Belanda pada embung yang hendak disulap menjadi wisata pemancingan dan kuliner tersebut. Meski begitu, proyek yang dimulai pada akhir Agustus dengan anggaran sekitar Rp 190 juta dari dana desa tetap berlanjut. Sambil menunggu rekomendasi dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dipasrbudpora) Klaten.

“Sebelumnya sudah dilakukan pengecekan oleh pihak disparbudpora. Tapi kita kan fokus pada kolam pemancingan yang hendak kita bangun dengan panjang 50 meter dan lebar 11 meter. Sedangkan kawasan yang kita kembangkan secara keseluruhan ada sekitar 1.000 meter persegi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini