Bulus Raksasa Mati, Kini Diawetkan Jadi Ikon Wisata Desa Sabrang Lor Klaten

Saeful Efendi, iNews · Rabu 08 September 2021 13:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 512 2468054 bulus-raksasa-mati-kini-diawetkan-jadi-ikon-wisata-desa-sabrang-lor-klaten-fOx8y9rUDO.jpg Foto: Istimewa

KLATEN - Bulus raksasa dengan berat sekira 20 kilogram ditemukan di Desa Sabrang Lor, Klaten, Jateng. Sayangnya, binatang sejenis labi-labi ditemukan dalam keadaan mati.

Pj Kepala Desa (Kades) Sabrang Lor Budi Andrianto menjelaskan, pihaknya tidak tahu jika embung yang ada di tengah perkampungan itu terdapat bulus. Dirinya pun memperkirakan masih ada bulus lain yang ada di embung tersebut.

“Kami kira bulus itu sudah berusia puluhan tahun. Untuk jenis kelaminnya saya kurang tahu. Kami rencanakan untuk diawetkan saja, sebagai penanda jika dalam pembangunan pemancingan dan kuliner pernah ditemukan bulus ini,” ujarnya, Rabu (8/9/2021).

Dia menegaskan, daerah sekitar embung tidak ada tempat untuk penangkaran bulus. Dia menduga, kemungkinan dahulunya ada orang yang memasukan bulus ke embung tanpa sepengetahuan lainnya.

Baca juga: Warga Yogyakarta Temukan Bulus Raksasa Berumur 50 Tahun, Panjangnya 1 Meter!

Selama ini embung ini dimanfaatkan sebagai sumber pengairan lahan pertanian pada sisi timur dari Desa Sabrang Lor.

Sehingga penemuan bulus raksasa ini menghebohkan warga di proyek wisata pemancingan dan kuliner di embung Desa Sabrang Lor.

Baca juga: Bulus Raksasa Ditemukan di Klaten, Berat 20 Kg dan Diduga Berusia Puluhan Tahun

Bulus itu ditemukan dalam kondisi sudah mati pada Senin 6 September 2021 dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut seorang pekerja proyek, Kirjo, saat ditemukan posisi bulus itu mengambang di tengah embung. Awalnya dikira bantal, tetapi setelah disorot dengan senter ternyata bulus, kondisinya sudah mati.

Bulus yang memiliki berat sekitar 20 Kg itu lalu diangkat ke daratan. Awalnya bulus tersebut hendak dipotong dan dimasak untuk disantap. Namun tidak jadi. Hingga akhirnya diputuskan hendak diawetkan agar bisa menjadi ikon wisata desa setempat.

“Padahal kita sudah siapkan pisau untuk memotong. Termasuk daun pisang sebagai alasnya, sudah kami siapkan. Tapi tidak jadi kami potong dan disantap karena kondisinya sudah mati. Takutnya kalau ada apa-apa,” ucap Kirjo.

Menurutnya, baru kali pertama ini melihat bulus ada di Desa Sabrang Lor. Terlebih di daerah sekitar embung juga tidak ditemukan penangkaran bulus.

Kirjo pun tidak mengetahui bagaimana bisa bulus itu ditemukan di embung yang hendak direvitalisasi menjadi lokasi wisata pemancingan dan kuliner tersebut.

Baca juga: Ini Kuliner Ekstrem dari Wonogiri, Rica-Rica Bulus

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini