Sidang Jual Beli Vaksin Ilegal, Terdakwa Raup Untung Ratusan Juta Rupiah

Ahmad Ridwan Nasution, iNews · Rabu 08 September 2021 22:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 608 2468406 sidang-jual-beli-vaksin-ilegal-terdakwa-raup-untung-ratusan-juta-rupiah-oY4K4NhxZq.jpg Sidang jual beli vaksin ilegal di PN Medan (Foto: Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN - Pengadilan Negeri Medan menggelar sidang perdana kasus penjualan vaksin Covid-19 secara ilegal dengan tiga terdakwa, di mana dua di antaranya merupakan dokter berstatus ASN. Para terdakwa telah melakukan vaksinasi kepada 1.620 orang dan memperoleh keuntungan ratusan juta rupiah.

Sidang yang berlangsung dengan agenda pembacaan dakwaan kepada tiga terdakwa berlangsung secara daring. Ketiga terdakwa yakni Kristinus Sagala yang merupakan dokter ASN pada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Indra Wirawan juga seorang dokter yang berstatus ASN di Rutan Tanjung Gusta dan terdakwa Selviwaty yang merupakan pihak penghubung.

Baca Juga:  Kodam XVII/Cendrawasih Gencarkan Serbuan Vaksinasi untuk Masyarakat

Dalam dakwaan, jaksa penuntut umum menyatakan kasus penjualan vaksin ilegal ini bermula dari terdakwa Selviwaty meminta terdakwa Kristinus Sagala untuk melakukan vaksinasi kepada rekan rekannya. Terdakwa Kristinus awalnya menolak, namun dengan kesepakatan adanya pemberian uang untuk setiap dosisnya sebesar Rp250 ribu per orang, terdakwa Kristinus bersedia melakukan vaksinasi Covid-19 dengan vaksin Sinovac.

Seiring menipisnya jumlah vaksin yang tersedia di Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, terdakwa Kristinus menyarankan kepada terdakwa Selviwaty menghubungi terdakwa Indra Wirawan untuk mendapatkan vaksin. Dari terdakwa Indra, terdakwa Selviwaty mendapatkan vaksin yang merupakan sisa vaksinasi di Tanjung Gusta yang tidak dikembalikan terdakwa Indra ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.

Atas perbuatan ketiga terdakwa yang melakukan penjualan vaksin secara ilegal, sebab vaksin yang disediakan pemerintah seharusnya gratis, para terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 Baca Juga: Gubernur Anies Ingatkan Warga Jangan Kendor Prokes Meski Kasus Covid-19 Melandai

Jaksa penuntut umum, Robertson Pakpahan dalam kasus penjualan vaksin ini menyebutkan para terdakwa telah melakukan vaksinasi kepada 1.620 orang.

Ketiga terdakwa mendapat keuntungan berbeda-beda, terdakwa Kristinus Sagala memperoleh Rp142 juta lebih, terdakwa Indra Wirawan memperoleh Rp134 juta lebih, dan terdakwa Selviwaty memperoleh Rp36 juta. Kepada ketiga terdakwa atas perbuatannya terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(Ari)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini