United Airlines Ancam Pecat Karyawan yang Tolak Vaksin Covid-19

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 10 September 2021 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 18 2469131 united-airlines-ancam-pecat-karyawan-yang-tolak-vaksin-covid-19-hhkCZ0lYQj.jpg United Airlines (Foto: Reuters)

CHICAGO - United Airlines yang berbasis di Chicago mengumumkan setiap karyawan harus disuntik vaksin Covid-19 atau mereka terancam kehilangan pekerjaan.

Karyawan yang memiliki alasan pengecualian seperti agama, medis atau pribadi dari mandat vaksin Covid-19 masih akan ditempatkan pada cuti yang tidak dibayar atau cuti medis tanpa batas waktu,

“Setelah pandemi secara signifikan surut, Anda akan disambut kembali ke tim dengan status aktif, pilot, pramugari, dan agen layanan pelanggan – digambarkan sebagai karyawan dalam peran operasional menghadapi pelanggan,” bunyi memo perusahaan yang dikirim pada Rabu (8/9), seperti dikutip oleh Associated Press dan media lainnya.

Karyawan yang tidak berinteraksi langsung dengan penumpang, seperti petugas operator dan mekanik, yang telah disetujui untuk pengecualian akan diminta untuk diuji setiap minggu dan memakai masker setiap saat saat bekerja, termasuk saat di luar ruangan.

(Baca juga: Maskapai Ubah Rute Penerbangan Hindari Wilayah Udara Afghanistan)

Menurut memo yang dikirim VP sumber daya manusia Kirk Limacher, siapa pun yang diberikan pengecualian medis akan diberikan cuti medis sementara. Mereka yang permintaan pengecualiannya ditolak harus mengambil suntikan pertama pada 27 September dan divaksinasi penuh dalam waktu lima minggu atau kehilangan pekerjaan sama sekali.

Karyawan yang menolak vaksin tidak akan diizinkan masuk ke tempat kerja setelah 2 Oktober.

Outlet media yang melaporkan memo Limacher belum menentukan seberapa bersedia United untuk benar-benar memberikan permintaan pengecualian, dan maskapai belum mengatakan berapa banyak yang telah diterima.

(Baca juga: United Airlines "Grounded" 24 Boeing 777 Menyusul Kecelakaan Pesawat di Denver)

United adalah maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) pertama yang memberlakukan mandat vaksin Covid-19 pada 67.000 lebih karyawannya, pada awal Agustus lalu.

Maskapai lain telah mengakhiri perlindungan gaji bagi karyawan yang tidak divaksinasi yang dites positif terkena virus. Delta Airlines yang berbasis di Georgia telah mengenakan biaya tambahan USD200 (Rp2,8 juta) untuk premi perawatan kesehatan karyawan yang belum divaksinasi.

Perusahaan dan lembaga pemerintah diwajibkan secara hukum untuk menawarkan pengecualian atas dasar agama atau medis, meskipun tidak benar-benar memberikannya. Pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah mendorong mandat vaksinasi publik dan swasta karena jumlah kasus Covid-19 di AS telah meningkat selama musim panas.

Maskapai penerbangan, dan serikat pilot dan pramugari dengan penuh semangat menyambut perpanjangan mandat masker pemerintah yang tampaknya tidak terbatas, yang awalnya diberlakukan pada bulan Februari dan dimaksudkan untuk berlangsung selama 100 hari.

Menurut statistik pra-pandemi, United adalah maskapai penerbangan AS terbesar keempat berdasarkan jumlah penumpang yang diangkut, tetapi memiliki armada terbesar kedua dan melayani sebagian besar tujuan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini