Harimau Diduga Pemangsa Manusia di Riau Berhasil Ditangkap

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Jum'at 10 September 2021 01:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 340 2469009 harimau-diduga-pemangsa-manusia-di-riau-berhasil-ditangkap-4EpdnwkhF9.jpg Harimau diduga pemangsa manusia masuk jebakan. (Foto: BBKSDA Riau)

PEKANBARU - Seekor harimau sumatera diamankan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Harimau yang ditangkap itu diduga yang menerkam manusia hingga tewas.

Harimau itu ditemukan terjebak dalam kandang jebak (box trap) yang dipasang oleh petugas. Lokasinya tidak jauh dari ditemukan jenazah, yakni di Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. 

“Kandang jebak yang dipasang sekitar 50 meter dari jasad korban ditemukan saat kejadian. Seekor harimau sumatera telah masuk ke dalam kandang jebak tersebut," kata Kepala Plh Balai BBKSDA Riau, Hartono, Kamis (9/9/2021).

Dia menegaskan bahwa si raja hutan terdeteksi masuk kandang jebakan yang di dalamnya dipasang umpan pada 8 September malam. Namun karena malam hari, petugas memutuskan melihatnya keesokan hari. 

"Hasil pengamatan bahwa harimau itu berkelamin betina, berumur sekitar 3 tahun," tukasnya.

Baca juga: 5 Kasus Manusia yang Dimangsa Hewan Liar di Indonesia

Setelah melihat harimau masuk perangkap, petugas langsung melakukan tembak bius guna menenangkan 'Si Datuk' julukan harimau di Riau. Harimau yang lemas lalu dibawa ke kandang angkut yang sudah disiapkan petugas.

"Selanjutnya, akan dilakukan observasi di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat," tukasnya.

Seperti diketahui konflik harimau Sumatera dan manusia sering terjadi di Riau. Ini karena hutan, tempat habitat harimau Sumatera telah berubah menjadi areal perusahaan ,lahan milik cukong, kebun warga dan pemukiman. Tercatat di Riau ada sebanyak 1,2 juta hektar kebun ilegal.

Seperti diberitakan, kasus penyerangan terjadi di Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, dengan korban seorang remaja bernama Malta Akfarel (16). Korban  yang merupakan karyawan perusahaan PT. Uniseraya  ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada 29 Agustus 2021 malam.

Saat ditemukan, kondisi jasad remaja asal Nias, Sumatera Utara itu tidak utuh. Korban diduga diserang saat mencari sinyal handphone. 

Kasus penyerangan harimau itu tidak terjadi kali ini saja di Teluk Lanus. Penyerangan pernah terjadi pada 10 Juli 2021, sekitar 20 kilometer dari Kantor Desa Teluk Lanus. 

Korbannya adalah Azmi (30), warga asal Kabupaten Pelalawan, Riau. Beruntung korban masih bisa selamat saat temannya ikut membantu mengusir harimau. Korban mengalami luka cukup parah akibat digigit 'Si Kucing Besar'.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini