Negara Ini Cabut Semua Pembatasan Terkait Covid-19, Tidak Ada Masker hingga Gelar Konser

Agregasi VOA, · Sabtu 11 September 2021 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 18 2469708 negara-ini-cabut-semua-pembatasan-terkait-covid-19-tidak-ada-masker-hingga-gelar-konser-R6QGwcUn6n.jpg Denmark cabut semua pembatasan Covid-19 (Foto: Reuters)

DENMARK - Denmark tidak lagi menerapkan pembatasan terkait Covid-19. Tidak ada yang memakai masker, pegawai sudah bekerja di kantor, dan konser yang digelar dengan 50 ribu tiketnya terjual habis. Negara itu, pada Jumat (10/9) mencabut kewajiban menunjukkan kartu vaksin bagi pengunjung klub malam, mengakhiri pembatasan terakhirnya terkait pandemi.

Kartu vaksin diberlakukan pada Maret 2021 ketika Denmark perlahan mulai melonggarkan pembatasan. Keharusan menunjukkan kartu itu di semua tempat dihapus pada 1 September kecuali di klub malam. Mulai 10 September, keharusan itu pun dicabut dari klub malam.

Konser di Kopenhagen Sabtu (10/9) waktu setempat, yang pertama di Eropa, akan dihadiri 50.000 orang. Pada 4 September, Live Nation menyelenggarakan festival terbuka pertama di Kopenhagen, diberi nama "Back to Live", yang dihadiri 15.000 orang.

(Baca juga: Dokumen Rahasia: AS Danai Penelitian Virus Covid-19 di Laboratorium Wuhan hingga Rp44 Miliar)

Di negara Skandinavia itu, kampanye vaksinasi berjalan cepat, dengan 73 persen dari 5,8 juta penduduk telah divaksinasi penuh. Di kalangan kelompok usia 65 tahun ke atas, cakupan vaksinasi mencapai 96 persen.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Denmark mendapat manfaat dari kepatuhan publik terhadap pedoman dan strategi penanganan Covid-19 yang diadopsi pemerintah.

(Baca juga: Biden Perintahkan 2,5 Juta Pegawai Federal Divaksin Covid-19)

Dengan sekitar 500 kasus Covid-19 setiap hari dan tingkat reproduksi 0,7, pihak berwenang Denmark menyatakan telah mengendalikan virus. Namun Menteri Kesehatan Magnus Heunicke bertekad bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk segera menerapkan kembali pembatasan jika perlu.

Pihak berwenang bersikeras bahwa kembalinya ke kehidupan normal harus dibarengi dengan langkah-langkah kebersihan yang ketat dan isolasi bagi orang sakit.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini