Kapolri Minta Malang Raya Pertahankan Angka Isoter dan Akselerasi Vaksinasi

Puteranegara Batubara, Okezone · Sabtu 11 September 2021 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 519 2469878 kapolri-minta-malang-raya-pertahankan-angka-isoter-dan-akselerasi-vaksinasi-j1REaNdJim.jpg Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Humas Polri)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, Jawa Timur, yang bekerja keras menyosialisasikan penggunaan fasilitas isolasi terpusat (isoter) kepada masyarakat dan dapat menurunkan laju pertumbuhan Covid-19.

Menurut Sigit, Forkopimda Malang Raya harus mampu mempertahankan tren positif tingginya angka isoter dan terus mengoptimalkan akselerasi vaksinasi demi mempercepat target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Apresiasi kerja keras seluruh Forkopimda wilayah Malang Raya atas upaya menggeser pasien isoman ke lokasi isoter melalui kegiatan 'Covid Hunter'. Hal ini perlu direplikasi ke wilayah lain untuk mengurangi tingkat fatalitas," kata Sigit saat memimpin rapat bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dengan Forkopimda wilayah Malang Raya, Jawa Timur, Sabtu (11/9/2021).

Baca juga: Kapolri Berharap Target Pemerintah soal Vaksinasi Segera Terwujud

Sigit memaparkan, tingkat BOR di Jawa Timur sebesar 15% lebih rendah dari batas WHO sebesar 60 persen dan BOR nasional 16 persen. Sedangkan untuk wilayah Malang Raya tingkat BOR sebesar 16 persen. Tingkat BOR di Kabupaten Malang di atas BOR Nasional sebesar 24 persen, sehingga perlu meningkatkan konversi tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19.

Mantan Kapolda Banten ini menekankan bahwa menurunya laju pertumbuhan kasus harian, maka hal itu akan diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat, yang akan berdampak pada roda perekonomian.

Baca juga: Panglima TNI-Kapolri Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi dan Resmikan Bendungan di Sulsel

Jika tak diiringi dengan pengawasan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, kata Sigit, hal itu bisa berdampak adanya potensi kembali melonjaknya kasus Covid-19. Ia pun mengimbau kepada Forkopimda, untuk tetap melakukan penegakan prokes di setiap lokasi aktivitas masyarakat.

Sigit menyebut, hal itu bisa diterapkan dengan strategi pengendalian Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak(3M), lalu Tracing, Testing dan Treatment (3T), serta percepatan vaksinasi nasional.

Selain itu, Forkopimda juga harus mengaplikasikan PeduliLindungi di setiap lokasi aktivitas warga.

"Tentunya ini menjadi tanggung jawab bersama Pemerintah, baik Pusat maupun daerah, dan seluruh masyarakat. Untuk menurunkan level Inmendagri diperlukan strategi pengendalian Covid-19, prokes, penguatan 3T dan akselerasi program vaksinasi nasional," papar mantan Kabareskrim Polri ini.

Baca juga: Rapat dengan Forkopimda Kalbar, Kapolri Minta Isoter hingga Prokes Terus Disosialisasikan

Menurut dia, Forkopimda harus terus memaksimalkan dan meningkatkan prokes terutama kepada pelajar, para guru dan pihak akademi terkait lainnya. Hal itu sebagai penguatan kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

"Antisipasi munculnya fenomena Revenge Travel atau masyarakat membanjiri destinasi wisata pasca-pembatasan mobilitas. Kabupaten dengan level 2 sudah dapat membuka objek wisata sebesar 50 persen dengan prokes ketat dan aplikasi PeduliLindungi," ucap Sigit.

Baca juga: Kapolri Serahkan 10 ISO Tank Bantu Penuhi Kebutuhan Oksigen Pasien Covid-19

Di sisi lain, Sigit menyebut, harus ada kerja sama yang kuat dengan relawan agar dapat menambah kekuatan vaksinator. Sehingga, capaian vaksinasi di wilayah aglomerasi dapat semakin maksimal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini