2.021 Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Tanah Laut Kalsel

Binti Mufarida, Sindonews · Minggu 12 September 2021 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 340 2470033 2-021-jiwa-terdampak-banjir-di-kabupaten-tanah-laut-kalsel-qpxDnoBmHy.jpg Banjir di Kalimantan Selatan berdampak pada 2.021 warga (Foto : BNPB)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapatkan laporkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut sebanyak 2.021 jiwa yang tersebar di 3 Kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan terdampak banjir.

Peristiwa itu sendiri terjadi pada Sabtu 11 September 2021, pukul 08.30 waktu setempat. Banjir tersebut dilaporkan terjadi karena dipicu hujan intensitas tinggi sejak Jumat 10 September 2021. Laporan BPBD Kabupaten Tanah Laut, terdapat 3 Kecamatan yang wilayahnya terendam banjir yaitu di Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Kintap, dan Kecamatan Panyipatan.

Di Kecamatan Batu Ampar, sebanyak 75 buah rumah terendam dan 232 jiwa terdampak. Pemantauan tim reaksi cepat di lapangan debit air sudah mulai mengalami penurunan meski masih menggenangi rumah warga.

Sementara itu, di Kecamatan Kintap sebanyak 544 buah rumah warga terendam dan 1,789 jiwa terdampak. Air masih menggenangi rumah warga dengan Tinggi Mata Air (TMA) berkisar 30-50 cm.

Terakhir di Kecamatan Panyipatan, banjir dilaporkan berangsur surut namun masih terdapat beberapa perkebunan warga yang terendam.

Hingga berita ini dirilis, belum ada laporan warga mengungsi akibat fenomena tersebut.

“Untuk sementara belum ada warga yang diungsikan,” kataPusdalops BPBD Kab. Tanah Laut Esty dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (12/9/2021).

Baca Juga : Varian Mu Covid-19 Patut Diwaspadai, Tapi Tak Perlu Panik

Curah hujan yang tinggi tersebut juga menyebabkan salah satu tanggul di Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung jebol. Jebolnya tanggul ini tidak mengakibatkan rumah warga terendam.

“Curah hujan tinggi yang terjadi semalaman sejak kemarin, sehingga tanggul tidak kuat menahan luapan air,” tambah Esty.

BPBD Tanah laut bersama pemerintah daerah terkait masih terus melakukan pendataan dan pemantauan terkait kondisi terkini di lapangan. Rencananya juga akan ada giat pendistribusian bantuan logistik bagi warga terdampak banjir.

Sementara itu, data BNPB mencatat bencana Hidrometeorologi masih mendominasi sepanjang Agustus 2021. Hujan intensitas tinggi menjadi salah satu pemicu kejadian banjir dengan frekuensi cukup tinggi, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan.

Selain itu, BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Kalimantan diprediksi akan memasuki musim hujan pada bulan September 2021. Hal ini berpengaruh pada meningkatnya potensi kejadian bencana hidrometeorologi basah di wilayah tersebut.

Peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG tersebut juga diinformasikan oleh BPBD Kab. Tanah Laut kepada masyarakat di wilayahnya melalui pesan singkat dan media sosial.

“Kami selalu bagikan informasi peringatan dini tersebut kepada masyarakat melalui grup WhatsApp dan media sosial secara rutin,” jelas Esty.

BNPB terus mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat agar selalu waspada dan siaga akan potensi bencana alam di sekitarnya sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko akibat bencana. Masyarakat secara mandiri mengetahui peringatan dini cuaca melalui laman resmi BMKG dan potensi bencana di wilayahnya melalui inaRisk.bnpb.go.id.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini