4 Siswi Dikabarkan Diculik & Diperkosa Oknum Pejabat, Polda Papua Turun Tangan

Riezky Maulana, iNews · Minggu 12 September 2021 12:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 12 340 2470069 4-siswi-dikabarkan-diculik-diperkosa-pejabat-polda-papua-turun-tangan-DL1EnCe2BO.jpg Ilustrasi (Foto : Crypovest)

JAKARTA - Sebanyak empat siswi SMA di Jayapura, Papua dikabarkan menjadi korban pemerkosaan dan penculikan oleh sejumlah orang diduga oknum pejabat Dinas PUPR dan politikus dari salah satu partai politik. Polda Papua pun turun tangan untuk mengusut kabar viral di media sosial Twitter semenjak @kasmenyalasu setelah dia mencuitkannya hari Jumat 10 September 2021.

Disebutkan pula oleh akun itu bahwasanya keempat korban belum menginjak usia 17, namun baru 16 tahun.

Adapun tindakan dugaan pemerkosaan itu diterima oleh mereka dengan inisial DOL, DAL, RW, OW. Akun tersebut membeberkan kronologi yang dibuat oleh pihak keluarga terkait dengan kejadian tersebut.

"Tindak pidana pemerkosaan tersebut berawal dari ajakan om dari korban dengan iming-iming hanya ingin mengajak jalan-jalan para korban ke Jakarta tanpa sepengetahuan orang tua atau keluarga," tulis pesan tersebut yang diterima, Minggu (12/9/2021).

Modus itu dilakukannya pada pertengahan bulan april 2021, dan uang hasil iming-iming itu akan diberikan pada bulan Juni. Namun hal itu berubah menjadi aksi penculikan dengan pemaksaan memberikan minuman alkohol, mengajak ke bar, menganiaya, meneror hingga mengintimidasi para korban.

"Agar menuruti semua permintaan pelaku jika tidak maka akan diancam dan ditekan dengan berbagai alasan".

Baca Juga : 4 Kasus Penculikan Bikin Geger, Korban Disekap hingga Ditusuk

Salah satu tekanan yang dituturkan yakni orang tua korban tidak akan pernah memberikan uang sebagaimana yang diberikan oleh pelaku. Menurut dia, pelaku juga memberikan promosi jabatan kepada orang tua korban dan bahkan korban akan diajak untuk menangani proyek proyek pembangunan di Papua.

"Sesudah itu para korban dilarang dan diancam agar tidak boleh memberitahukan pihak keluarga dan siapapun terkait aksi bejat mereka," tulis pesa tersebut.

Lebih jauh dijelaskan, setelah dipaksa minum alkohol sampai tak sadarkan diri, salah satu korban diduga mengalami kekerasan seksual dari oknum pejabat. Mereka dilarang untuk memberitahukan aksi bejat yang telah dialami kepada siapa pun.

Terkait dengan kabar tersebut, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal membenarkan cuitan viral tersebut. Menurut Kamal, kasus sudah ditangani Ditreskrimum Polda Papua.

"Benar, sedang ditangani Ditreskrimum Polda Papua," ujar Kamal ketika dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, sebanyak tujuh orang sudah diperiksa terkait dengan dugaan persetubuhan di bawah umur. Pemeriksaan dilakukan pada hari kemarin, Sabtu 11 September 2021.

"Tujuh orang sudah laksanakan pemerikaan tentang dugaan persetubuhan di bawah umur. Pemeriksaannya kemarin (Sabtu), hari ini libur ibadah di Papua," ungkap Kamal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini