Sakit Hati Sering Disuruh-suruh, Cleaning Service Bunuh Karyawan Perusahaan Pengolahan Minyak Goreng

Sigit Dzakwan, iNews · Senin 13 September 2021 16:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 13 340 2470650 sakit-hati-sering-disuruh-suruh-cleaning-service-bunuh-karyawan-perusahaan-pengolahan-minyak-goreng-XJu1V8q8vJ.jpg Ilustrasi (Ist)

KOTAWRAINGIN BARAT - Sakit hati karena sering disuruh-suruh, seorang cleaning service nekat membunuh karyawan perusahaan pengolahan minyak goreng di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pelaku adalah YR membunuh Siti Fatimah di area pabrik pada Jumat (10/9/2021) sekira pukul 08.40 WIB.

YR merupakan cleaning servis dari pihak ketiga yang dipekerjakan di perusahaan pengolahan minyak goreng di wilayah Kelurahan Kumai Hulu, Kobar, Kalimantan Tengah.

"Jadi setelah kita melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP), alhamdulillah dalam kurun waktu kurang lebih dari 1 jam personel Satreskrim Polres Kobar berhasil mengungkap kejadian tersebut dan diamankan seorang laki-laki yang berinisial YR," ujar Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah, saat rilis kasus tersebut di Mapolres Kobar, Senin (13/9/2021).

Ia menjelaskan, awalnya YR memukul korban menggunakan tangan kanan ke arah kepala dan muka korban berkali-kali serta memukul perut dan ulu hati korban. Lantas korban jatuh telentang yang dan diinjak-injak. Korban pun meninggal dunia.

"Kemudian tubuh korban dipindah ke atas tumpukan fiber (bahan bakar boiler) dan YR tutupi dengan fiber sampai tubuh korban tidak terlihat," ucapnya.

Ia menjelaskan, menurut pengakuan YR, ia jengkel dan dendam terhadap korban karena sering disuruh-suruh mengangkat barang. YR sebelumnya juga pernah dimarahi oleh korban. Dari situ YR ingin memiliki atau menguasai barang milik korban berupa HP.

"Di mana rencana dia, handphone itu nanti akan dipakai untuk memeras keluarga korban dengan mengatakan bahwa saat ini korban itu sedang diculik oleh YR. Selanjutnya apabila sudah terjadi itu akan rencana ke depannya tersangka ini akan meminta tebusan kepada keluarga korban,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan pihak perusahaan, lanjut Devy, pagi itu korban masih melaporkan mengikuti kegiatan di area pabrik. Seperti biasanya korban melapor tiap satu jam. Namun sekitar pukul 09.00 WIB korban tidak melaporkan pekerjaannya.

"Dicari oleh seluruh karyawan perusahaan tidak ditemukan, akhirnya sekitar pukul 11.30 WIB ditemukan pecahan-pecahan kacamata yang dimiliki korban," tuturnya.

Devy meneruskan, akhirnya diintensifkan pencarian di areal tersebut, tapi korban belum diketemukan. Padahal, sudah sempat melakukan penyisiran di lokasi tempat temuan mayat ini tidak ditemukan juga.

Baca Juga : Ditipu karena Uangnya Tak Kunjung Digandakan, 2 Pelaku Bunuh Korban

"Akhirnya mereka kembali melakukan pencarian hingga terlihatlah sedikit celana korban ditumpukan fiber. Kemudian dibersihkan baru di situ kelihatan ada jasad korban, pas ditarik ya memang betul kondisi memar,” ujarnya.

Sementara saat melakukan olah tempat kejadian perkara, rekaman CCTV terlihat ada korban masuk dalam gudang dan YR mengikuti dengan membawa alat.

"Handphone korban juga kita temukan berada di dalam penguasaan YR yang pada saat itu dibungkus rapi disimpan di pelepah sawit dan juga sudah kita amankan semuanya," ungkapnya.

Untuk penyebab kematian korban, tambah Devy, kemungkinan karena kesulitan bernapas, bisa jadi mungkin karena diinjak oleh YR pada bagian bawah leher korban.

Barang bukti yang diamankan di tempat kejadian berupa helm safety warna biru, kain warna hitam, jilbab kain warna coklat, 2 lensa kaca mata, masker medis warna biru putih. Sedangkan barang bukti yang diamankan dari YR yakni handphone merk Oppo F3 warna rose gold (milik korban yang diambil YR) dan sepasang sepatu bot warna kuning yang digunakan pada saat menginjak leher korban.

"Pasal yang disangkakan Pasal 338 KUH Pidana dan atau Pasal 365 KUH Pidana, ancaman pidana penjara selama 15 tahun penjara,” tuturnya.

Sementara itu, pengakuan tersangka YR, pada saat itu korban masuk dalam gudang fiber lalu diikuti dari arah belakang korban. Pada saat korban mau keluar, ia langsung memukul korban dari arah belakang menggunakan tangan kanan memukul kanan muka korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini