Ridwan Kamil Bawa Kabar Baik Terkait Penanganan Covid-19

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Selasa 14 September 2021 20:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 525 2471341 ridwan-kamil-bawa-kabar-baik-terkiat-penanganan-covid-19-vFW38uwLph.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto : Pemprov Jabar)

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil membawa kabar baik terkait penanganan pandemi Covid-19 di Provinsi Jabar. Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit (RS) Covid-19 di Jabar untuk pertama kalinya berada di angka satu digit.

Dia menyebutkan, BOR Jabar kini berada di angka 9,3 persen. Menurutnya, tren BOR terus turun sejak Juli 2021 yang sempat menyentuh angka di atas 90 persen. Sementara berdasarkan ketentuan WHO, angka BOR maksimal 60 persen.

"Jadi ini pertama kalinya BOR rumah sakit kita berada di satu digit. Syukur Alhamdulillah mudah-mudahan kita dapat mempertahankan," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers virtual, Selasa (14/9/2021).

Seperti diketahui, pemerintah pusat telah mengumumkan perpanjangan PPKM level 13-20 September 2021. Sebanyak 11 daerah di Jabar berada di level 2, 14 daerah level 3, dan dua daerah level 4 yakni Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Cirebon.

Meskipun berstatus level 4, lanjut Kang Emil, namun di Purwakarta dan Cirebon sebenarnya tidak ada penambahan kasus COVID-19. Pihaknya pun tengah memfasilitasi singkronisasi data kasus antara dua pemerintah daerah tersebut dengan pemerintah pusat.

"Jadi, kesimpulannya bukan ada kenaikan kasus, tapi lebih kepada update data lama yang baru berhasil disinkronisasi dengan pemerintah pusat," kata dia.

"Secara reguler bukan di PPKM Level 4, tapi data-data yang dibaca ada tambahan kasus masa lalu. Itu sedang dikomunikasikan dengan pemerintah pusat difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat," sambung Kang Emil.

Baca Juga : Diperketat, Pintu Masuk Internasional hanya Boleh Lewat Titik-Titik Ini

Sementara itu, berdasarkan data Bersatu Lawan Covid-19 per 13 September 2021, kasus aktif di Jabar menurun 502 kasus menjadi 6.945 orang. Sedangkan tingkat kesembuhan meningkat 705 orang menjadi 677.460 dan angka kematian bertambah tujuh orang.

Namun, lagi-lagi angka tersebut merupakan data lama karena realita di lapangan angka kematian di Jabar nol. "Angka kematian (dicatat Jabar) nol, sementara dalam catatan PPKM level 4 itu kematiannya naik," ungkapnya.

Meski data yang tersampaikan belum sesuai, namun Kang Emil tetap mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan terutama di tempat-tempat umum yang kini telah dibuka secara bertahap.

Kang Emil pun mengungkapkan catatannya terkait aplikasi Peduli Lindungi yang kini menjadi alat skrining bagi masyarakat yang hendak memasuki tempat publik.

Menurutnya, aplikasi Peduli Lindungi hanya menyatakan orang sudah divaksin, sehingga wajar jika masih ada kebocoran orang-orang yang sudah divaksin, tapi positif COVID-19.

"Kami antisipasi dengan tes antigen bagi pengunjung di mal dan ini akan kita jaga maksimal," katanya.

Kang Emil juga mengingatkan, meski berbagai sektor telah dibuka secara bertahap, namun mobilitas perlu tetap dibatasi.

"Jangan pergi ke luar rumah jika tidak perlu-perlu amat. Kami juga memastikan seratus persen vaksinasi," katanya. agung bakti sarasa

Berikut data status PPKM di 27 kabupaten/kota di Jabar

Daerah level 2

1. Kab Sukabumi

2. Kuningan

3. Pangandaran

4. Purwakarta

5. Majalengka

6. Karawang

7. Indramayu

8. Ciamis

9. Cianjur

10. Subang

11. Kabupaten Garut

Daerah level 4

1. Kab Purwakarta

2. Kab Cirebon

Daerah level 3

1. Kota Cirebon

2. Kota Sukabumi

3. Kota Bandung

4. Kota Cimahi

5. Kab Bandung

6. Kab Bandung Barat

7. Kota Bekasi

8. Kab Bekasi

9. Kota Bogor

10. Kab Bogor

11. Kota Depok

12. Kab Sumedang

13. Kab Tasikmalaya

14. Kota Tasikmalaya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini