Parlemen Inggris Larang Duta Besar China Datang

Vanessa Nathania, Okezone · Rabu 15 September 2021 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 18 2471914 parlemen-inggris-larang-duta-besar-china-datang-W3y8aXRK8V.jpg Duta Besar China untuk Inggris Zheng Zeguang (Foto: The National)

INGGRIS - Duta Besar China untuk Inggris Zheng Zeguang  telah diberitahu jika dirinya tidak dapat datang ke Parlemen Inggris selama sanksi yang China berikan tetap diberlakukan terhadap sejumlah anggota parlemen dan rekan-rekannya.

Zheng dijadwalkan menghadiri pertemuan Commons pada Rabu (14/9) waktu setempat, yang diselenggarakan oleh kelompok semua partai di China.

Namun setelah adanya protes, juru bicara Sir Lindsay Hoyle dan Ketua otoritas tertinggi House of Lords di Parlemen Inggris Lord McFall mengeluarkan larangan itu.

Daily Telegraph pertama kali melaporkan, larangan tersebut terjadi saat ketegangan antara kedua pemerintah sedang tinggi.

(Baca juga: Dua Kucing Piaraan Positif Covid-19, Tertular dari Pemiliknya)

Pada Maret lalu, China memberlakukan larangan perjalanan dan pembekuan aset pada lima anggota parlemen Inggris dan dua rekan yang dituduh menyebarkan kebohongan tentang negara tersebut.

Ini sebagai tanggapan atas keputusan Inggris untuk menjatuhkan sanksi pertamanya terhadap pejabat China atas pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

Pekan lalu, lima anggota parlemen Konservatif yang terkena sanksi - Sir Iain Duncan-Smith, Tom Tugendhat, Nusrat Ghani, Neil O'Brien dan Tim Loughton - menulis kepada juru bicara untuk menyuarakan keprihatinan mereka.

(Baca juga: Usai Hadiri Pesta, 63 Warga Positif Covid-19)

Dua rekan yang terkena sanksi – anggota Crossbench, Lord Alton dan Baroness Kennedy dari kelompok buruh - menulis kepada pimpinan parlemen.

"Sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintah China menunjukkan sebuah serangan yang tidak hanya ditujukan kepada anggota yang ditargetkan secara langsung, tetapi juga terhadap keseluruhan Parlemen, mulai dari semua anggota parlemen, komite terpilih, dan hak istimewa parlemen,” terang mereka.

"Kita seharusnya tidak pernah membiarkan tempat kerja kita menjadi platform untuk memvalidasi dan mempromosikan sanksi semacam itu,” lanjutnya.

"Kami tahu bahwa ini adalah pandangan yang dimiliki oleh banyak pimpinan terhormat dan anggota terhormat, yang ingin protes mereka didengar jika kunjungan ini dilanjutkan,” terangnya.

"Oleh karena itu, tidak terpikirkan sebelumnya bahwa anggota parlemen harus mendapati pelanggaran ini yang berdampak pada kebebasan kami, sementara perwakilan utama pemerintah China di Inggris tampaknya masih bebas untuk datang ke Westminster dan menggunakan fasilitas di sini sebagai juru bicara untuk rezimnya,” ungkapnya.

Seperti yang dilansir dalam BBC News, anggota parlemen Ghani menyambut baik larangan "yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap duta besar.

"Menjatuhkan sanksi kepada anggota parlemen merupakan ancaman langsung bagi Parlemen dan demokrasi kita,” terangnya.

"Kita tidak akan dibungkam atau diintimidasi oleh rezim mana pun, dan Parlemen kita tidak akan menjadi alat propaganda untuk sanksi absurd Partai Komunis China,” ujarnya.

"Jika rezim genosida Tiongkok berpikir mereka dapat menutup kebebasan berbicara oleh anggota parlemen dalam demokrasi, akan ada konsekuensinya dan dalam hal ini rezim Tiongkok tidak boleh memiliki platform di Inggris, atau dikenal Ibu dari Parlemen,” cuit anggota parlemen lain yang terkena sanksi, Tim Loughton.

Dalam sebuah pernyataan, Sir Lindsay mengatakan dia mengadakan pertemuan rutin dengan para duta besar untuk "membangun hubungan yang langgeng antara negara dan anggota parlemen".

"Saya merasa tidak pantas bagi duta besar China untuk bertemu di perkebunan Commons dan di tempat kerja kami, ketika negaranya telah memberlakukan sanksi terhadap beberapa anggota kami,” terangnya.

"Jika sanksi itu dicabut, tentu saja ini tidak akan menjadi masalah,” tegasnya.

Juru bicara Lord McFall, mengatakan "pertemuan harus dilakukan di tempat lain, mengingat sanksi saat ini terhadap anggota termasuk dua anggota Lords".

Sementara itu, juru bicara Kantor Asing, Persemakmuran dan Pembangunan mengataka parlemen tidak tergantung pada pemerintah. Tapi juru bicara-lah yang memutuskan siapa yang diizinkan berada di kawasan parlemen."

Kedutaan China mengatakan itu adalah keputusan "tercela dan pengecut" yang akan merugikan kepentingan kedua negara.

"Tindakan tercela dan pengecut dari individu-individu tertentu dari Parlemen Inggris untuk menghalangi pertukaran normal dan kerja sama antara China dan Inggris, untuk keuntungan politik pribadi bertentangan dengan harapan dan berbahaya bagi kepentingan rakyat kedua negara,” terang juru bicara kedutaan China.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini