Guru di Ponpes Ogan Ilir Cabuli 12 Siswanya

Era Neizma Wedya, iNews · Kamis 16 September 2021 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 610 2472004 guru-di-ponpes-ogan-ilir-cabuli-12-siswanya-0gflHkFasX.jpg Ilustrasi (Dok Sindo)

OGAN ILIR - Seorang guru agama di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Junaidi (22 tahun), ditangkap polisi. Ia ditangkap karena telah mencabuli 12 siswanya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan didampingi Kasubdit IV Renakta, Kompol Masnoni, mengatakan Junaidi tercatat sebagai warga Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU Timur. Ia merupakan guru di ponpes tersebut.

Hisar mengungkapkan, kasus pencabulan ini terungkap setelah adanya laporan dari salah satu orangtua murid yang mengaku anaknya telah menjadi korban pencabulan oleh gurunya di ponpes tersebut.

“Orangtua murid ini curiga anaknya mengeluh sakit di bagian kemaluan. Setelah digali keterangan lebih lanjut korban mengaku telah menjadi korban pencabulan gurunya sendiri,” katanya, Rabu (15/9/2021).

Selanjutnya, anggota Subdit PPA melakukan penyelidikan hingga menangkap Junaidi. Dari keterangan saksi dan alat bukti diketahui jika korban pencabulan mencapai 12 orang.

“Korban berusia 12-13 tahun, semuanya laki-laki,” katanya.

Baca Juga : Bejat! Ayah Cekoki Anak Gadisnya Obat Tidur lalu Dicabuli Selama 4 Tahun

Dari jumlah korban itu, 6 orang di antaranya menjadi korban sodomi, sementara sisanya mendapatkan perlakukan asusila yang berbeda. Perbuatan itu sudah dilakukan sejak Juni 2020 dan baru terbongkar September 2021.

“Modus yang digunakan dengan cara merayu. Tapi ada juga yang diancam oleh Junaidi,” katanya.

Junaidi akan dijerat Pasal 82 ayat 1,2 dan 4 Jo 76 huruf E UU RI No 17 tahun 2016 tentang perubahan UU No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Ada pemberatan hukuman apabila dilakukan oleh pelaku yang seharusnya memberikan perlindungan kepada anak tersebut termasuk guru, wali atau orang tua hukum ditambah sepertiga dari sanksi yang telah ditetapkan,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini