APBD Rp1,3 T Mengendap di Bank, Jokowi: Realisasi Anggaran Secepatnya untuk Gerakkan Ekonomi

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Kamis 16 September 2021 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 16 608 2472600 apbd-rp1-3-t-mengendap-di-bank-jokowi-realisasi-anggaran-secepatnya-untuk-gerakkan-ekonomi-W5FqHlmezp.jpg Presiden Jokowi (Foto: Biro Setpres)

MEDAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti realisasi belanja pemerintah daerah di Sumatera Utara yang masih sangat rendah hingga September 2021 ini. Padahal realisasi belanja pemerintah sangat dibutuhkan untuk mendorong kegiatan perekonomian Sumatera Utara.

Sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara 'disemprot' Presiden Joko Widodo karena serapannya yang sangat rendah. Seperti Kabupaten Mandailing Natal yang baru 28 persen. Padahal masa efektif penggunaan anggaran kurang dari 4 bulan lagi.

Tak hanya Bupati Kabupaten Mandailing Natal, sang menantu Muhammad Bobby Afif Nasution yang merupakan Wali Kota Medan, juga diingatkan Presiden Jokowi. Itu karena masih ada anggaran daerah yang cukup besar milik Pemko Medan yang masih tersimpan di bank dan belum direalisasikan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Menurun, Jokowi Ingatkan Daerah di Sumut Tetap Hati-Hati

"Realisasi APBD di sumut 55 persen, yang paling rendah di Mandailing Natal 28 persen, Hati-hati. APBD di bank Rp 1,3 triliun terbesar Medan, coba dicek," ujar Presiden saat rapat kordinasi dengan Pemerintah Daerah di Sumut yang dilaksanakan di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara, Jalan Sudirman, Kota Medan, Kamis (16/9/2021).

"Segera lakukan realisasi anggaran secepatnya, sehingga menggerakkan ekonomi di daerah," sambungnya.

Baca juga: Jokowi : Vaksinasi Door to Door Bentuk Pelayanan Langsung

Kepada Forkopimda se-Sumatera Utara, Jokowi mengingatkan agar saat ini tak terlalu lama membiarkan APBD di Bank. Sebab, saat seperti ini adalah tahun yang tidak normal.

"Jangan seperti tahun-tahun normal. Ini dua tahun yang tidak normal. Sehingga jangan terlalu lama di bank," ucapnya.

Kemudian, Jokowi juga mengingatkan unsur Forkopimda se-Sumatera Utara untuk mewaspadai potensi terjadi inflasi di masa pandemi Covid-19 ini.

"Hati-hati dengan inflasi, artinya ada bayang-bayang di sumut. Karena itu berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi," demikian Jokowi.

Diketahui, berdasarkan laporan realisasi semester pertama Kota Medan TA 2021, belanja daerah Kota Medan sebesar Rp 1,37 triliun lebih atau 25,80 persen. Sedangkan, pendapatan daerah diperoleh sebesar Rp 2,35 triliun lebih dari target Rp 5,19 triliun.

Baca juga: Jokowi Kesal Belanja APBN Masih Rendah, Gimana Mau Ekonomi Tumbuh 7%

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini