Tidak Ada Warga Mengungsi Akibat Banjir di Sintang

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 17 September 2021 22:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 340 2473148 tidak-ada-warga-mengungsi-akibat-banjir-di-sintang-2GQFSHbVuE.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Selasa 14 September 2021 menyebabkan banjir di Desa Terusan, Kecamatan Kayan Dedai, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang melaporkan banjir tersebut menutup akses jalan masuk ke Kabupaten tersebut.

"Hujan hampir setiap hari, puncaknya hari Selasa kemarin sampai menutup akses jalan menuju desa di hari Rabu dan Kamis," jelas Sugianto, Kepala Bidang BPBD Sintang melalui pesan singkat, Jumat (17/9/2021).

Pihaknya melaporkan banjir tersebut berdampak pada 35 KK atau 140 jiwa. Selain itu, sebanyak kurang lebih 35 unit rumah warga terdampak. Beberapa ladang dan perkebunan warga juga ikut terendam.

Baca juga: Sudah 3 Hari, 4 Kecamatan di Kabupaten Sintang Masih Terendam Banjir

BPBD setempat melaporkan Tinggi Muka Air (TMA) saat kejadian sekitar kurang lebih 50 sampai 100 sentimeter.

Meski begitu, hingga berita ini dirilis, tidak ada laporan warga yang mengungsi.

"Tidak ada masyarakat mengungsi karena kebanyakan rumahnya adalah rumah panggung. Hanya saja aktifitas warga harus terhenti," kata Sugianto.

Baca juga: Masuki Musim Penghujan, Pemprov DKI Kebut Pengerukan Kali dan Waduk

Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sintang didampingin Sekretaris Desa masih meninjau lokasi kejadian. Pendataan kerugian materil juga masih dilakukan.

Curah hujan yang tinggi tersebut sesuai dengan prakiraan BMKG untuk wilayah Kalimantan Barat. Menurut BMKG, wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang mulai 15-17 September 2021.

Sementara untuk esok hari, wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi mengalami hujan lebat.

Baca juga: Banjir di Banten Berangsur Surut

Selain Kalimantan Barat, daerah lain yang berpotensi mengalami hujan lebat adalah sebagian pulau Sumatera, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua.

Menyikapi hal tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan warga sekitar untuk selalu waspada akan potensi bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Dengan menyadari potensi dan ancaman bencana diharapkan dapat mengurangi risiko akibat terjadinya bencana.

Baca juga: BPBD Ingatkan Warga Lebak Waspadai Banjir Susulan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini