Angin Puting Beliung Rusak 17 Rumah Warga Mamuju

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 17 September 2021 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 17 609 2472926 angin-puting-beliung-rusak-17-rumah-warga-mamuju-bVqwZG7o3R.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Sebanyak 17 rumah warga Kabupaten Mamuju mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda akibat bencana angin puting beliung.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju melaporkan bahwa wilayah terdampak berada di Desa Papalang, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Jumlah rumah rusak mencapai 17 unit dengan rincian tingkat kerusakan sebagai berikut, rumah rusak berat 7 unit, rusak sedang 4, dan rusak ringan 6.

Fenomena angin puting beliung ini terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pemukiman rumah warga mengalami kerusakan pada Rabu 15 September 2021 pukul 17.00 WITA.

Sebanyak 31 KK atau 119 jiwa terdampak atas fenomena ini. Dilaporkan juga terdapat 7 KK memilih mengungsi di keluarga terdekat dikarenakan kondisi rumah yang terdampak.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Bekasi, 5 Rumah Rusak

"Mereka masih mengungsi dirumah keluarga masing-masing, sambil memperbaiki rumah yang terdampak," ujar Taslim Sukirno Kalaksa BPBD Kab Mamuju melalui pesan singkat, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Lampung Timur, Belasan Rumah Warga Rusak

Taslim menambahkan, pihaknya juga segera menerjunkan Tim Teaksi Cepat (TRC) sesaat setelah kejadian untuk melakukan assesmen terhadap dampak kejadian ini. Berdasarkan hasil assesmen sementara, kebutuhan mendesak yang diperlukan yakni terpal, beras, dan makanan siap saji.

"Kemarin Kami (BPBD Kab Mamuju) sudah memberikan bantuan beras, selimut, terpal, sesuai dengan hasil assesemen dilapangan," ujar Taslim.

Hingga kini, dilaporkan situasi sudah kondusif, para warga dibantu relawan secara gotong royong melakukan pembersihan pohon yang tumbang serta perbaikan rumah yang terdampak.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan sebagian besar wilayah Sulawesi Barat memasuki musim hujan pada bulan September hingga November.

Pada masa peralihan musim ini, BNPB menghimbau bagi masyarakat untuk waspada terhadap potensi angin kencang, hujan deras dalam waktu singkat, puting beliung serta potensi cuaca yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi.

Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk.

Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang Pemukiman Warga di Kutai Kartanegara, 11 Rumah Rusak

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini