10.000 Imigran Ilegal Penuhi Perbatasan AS - Meksiko

Vanessa Nathania, Okezone · Sabtu 18 September 2021 11:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 18 18 2473287 10-000-imigran-ilegal-penuhi-perbatasan-as-meksiko-eqOyTnsTSy.jpg Imigran di perbatasan AS-Meksiko (Foto: Reuters)

MEKSIKO - Sekitar 10.000 migran telah berkumpul di bawah jembatan perbatasan Amerika Serikat (AS) - Meksiko selama beberapa hari terakhir, yang mengarah ke perkembangan krisis kemanusiaan.

Jembatan itu menghubungkan Del Rio, Texas ke Ciudad Acua, Meksiko dan kamp sementara di sana telah berkembang pesat dalam beberapa hari terakhir.

Menurut laporan kantor berita Reuters dari data walikota Del Rio Bruno Lozano, lebih dari 10.500 migran berada di bawah Jembatan Internasional Del Rio pada Kamis (16/9) malam.

Sebagian besar migran Haiti, yang telah menyeberangi Rio Grande, tidur di bawah jembatan dalam kondisi yang kotor.

Kamp darurat memiliki beberapa layanan dasar, dan para migran yang masih menunggu, dalam suhu 37 derajat Celcius dijadwalkan akan kembali ke Meksiko untuk mendapatkan perbekalan.

(Baca juga: Kapal Tenggelam di Pantai Maroko, 40 Migran Dikhawatirkan Tewas Tenggelam)

Laporan itu mengatakan para migran adalah sebagian besar orang Haiti, dengan beberapa orang Kuba, Venezuela dan Nikaragua juga hadir.

Dilansir dari laporan Washington Post, mereka tampaknya menjadi bagian dari gelombang besar warga Haiti yang menuju ke utara, banyak dari mereka tiba di Brasil dan negara-negara Amerika Selatan lainnya setelah gempa 2010.

 (Baca juga: Kapal Migran Tenggelam di Laut Merah, Mayat-Mayat Terdampar di Pantai Yaman)

Ramses Colon, seorang pencari suaka Afro-Kuba berusia 41 tahun yang bekerja di Peru untuk menghemat uang perjalanan itu, mengatakan kamp Del Rio "kacau".

"Anda berdiri di sana di antara ribuan orang dengan tiket kecil dan menunggu giliran Anda," katanya kepada Washington Post. Para migran telah diberikan tiket dengan nomor, sementara mereka menunggu untuk diproses.

Patroli Perbatasan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya meningkatkan staf di Del Rio untuk memfasilitasi "proses yang aman, manusiawi dan tertib".

"Untuk mencegah luka akibat penyakit yang berhubungan dengan panas, maka area teduh di bawah Jembatan Internasional Del Rio difungsikan sebagai tempat pementasan sementara, sementara para migran menunggu untuk dibawa ke tahanan USBP [Patroli Perbatasan AS]," lanjutnya.

Air minum, handuk, dan toilet portabel telah disediakan, tambah pernyataan itu.

Anggota Kongres Partai Republik, Tony Gonzalez, yang distriknya termasuk Del Rio, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Fox News bahwa situasinya sangat buruk.

"Ketika Anda melihat jumlah orang dan betapa kacaunya itu dan bagaimana benar-benar tidak ada batasan, orang-orang datang ke dan dari Meksiko dengan mudah, itu memilukan dan berbahaya," terangnya.

Aktivis hak-hak imigran, Jenn Budd mengatakan kepada BBC, bahwa dia yakin situasi ini terjadi akibat langsung dari perpanjangan “Title 42” pemerintahan Biden, kebijakan pandemi era Trump yang memungkinkan AS dengan cepat mengusir migran yang tidak berdokumen.

"Ketika Anda memiliki banyak orang yang membutuhkan status pengungsi atau suaka, dan pada dasarnya telah menutup sistem yang berhubungan dengan pengungsi dan pencari suaka, maka Anda tidak memiliki pilihan lain selain menyeberang secara ilegal," ujarn mantan Agen Patroli Perbatasan dan analis intelijen.

"Untuk memiliki keamanan nasional, Anda harus memiliki sistem suaka yang kuat dan manusiawi," tambahnya.

"Kalau tidak, orang-orang akhirnya berdatangan secara ilegal, tidak ada yang diperiksa, dan kemudian orang-orang terluka seperti ini,” ungkapnya.

Pada Kamis (16/9), seorang hakim federal memblokir pemerintah untuk terus menggunakan “Title 42”. Hakim mengatakan bahwa kebijakan tersebut tidak memberikan kekuasaan kepada pemerintah untuk mengusir migran atau menolak kesempatan mereka untuk mencari suaka. Perintah itu akan mulai berlaku dalam 14 hari, dan memberi pemerintah kesempatan untuk mengajukan banding.

Pemerintah AS telah menghadapi gelombang migran di perbatasan. Menurut data pemerintah, pada Juli awal tahun ini, dilaporkan jumlah migran yang ditahan di perbatasan AS-Meksiko melebihi 200.000 untuk pertama kalinya dalam 21 tahun.

Menurut data pemerintah yang dirilis pada Rabu (15/9), bulan lalu, pihak berwenang menangkap lebih dari 195.000 migran di perbatasan Meksiko. Jumlah data musim panas ini menunjukan peningkatan yang signifikan dari 51.000 yang ditangkap pada Agustus 2019.

Sejak menjabat, Presiden AS Joe Biden, yang telah bersumpah untuk mereformasi imigrasi AS, telah membentuk satuan tugas untuk menyatukan kembali anak-anak migran dengan keluarga mereka, menghentikan pembangunan tembok perbatasan Donald Trump, dan menyerukan peninjauan kembali program imigrasi legal yang dihentikan oleh pendahulunya.

Biden juga memimpin gelombang kedatangan yang memecahkan rekor ke perbatasan selatan AS, termasuk ratusan anak tanpa pendamping yang ditahan di fasilitas penahanan imigrasi AS.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini