Butuh Uang untuk Orangtua Berobat, Pria Nekat Rampok Salon

Bambang Sugiarto, iNews · Minggu 19 September 2021 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 19 519 2473601 butuh-uang-untuk-orangtua-berobat-pria-nekat-rampok-salon-iQ9I4kvehD.jpg Ilustrasi (iNews)

JEMBER – Seorang pelaku perampokan salon di Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, ditangkap polisi. Dalam menjalankan aksinya, pelaku bermodus potong rambut.

Pelaku adalah Bahrul Ulum, warga Desa Dukuh Dempok, Kecamatan Wuluhan, Jember, Ia tak berkutik saat di gelendang ke kantor Polsek Wuluhan.

Ulum ditangkap polisi usai melakukan aksi perampokan salon rambut milik Sugiono, warga Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan.

Di depan penyidik, Minggu (19/9/2021), pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku terpaksa merampok lantaran kepepet untuk mendapatkan uang demi mengobati orangtuanya yang sakit.

Aksi yang dilakukan pelaku cukup unik. Ia berpura-pura meminta jasa potong rambut kepada korban dengan cara mengetuk pintu rumahnya saat malam hari.

Namun karena pintu tidak dibuka, pelaku akhirnya tidur di masjid desa setempat. Saat terbangun pagi hari, pelaku kembali mendatangi rumah korban dengan cara mengetuk pintu dan oleh korban dibukakan.

Pelaku kemudian meminta potong rambut kepada korban. Usai potong rambu, pelaku kemudian menanyakan ongkosnya.

Setelah itu pelaku pura-pura membuka dompet. Namun, ia justru menghunuskan pisau ke bagian tubuh korban. Beruntung korban bisa menangkis dan hanya terkena di bagian tangan kirinya.

Tak hanya itu, pelaku juga menginjak-injak tubuh korban.

Baca Juga : Perampokan di Medan, Pelaku Sembunyikan Emas Rp6,5 Miliar di Rumah Orangtua

Sadar menjadi korban penganiayaan, hingga akhirnya korban berteriak minta tolong dan mengundang warga untuk berdatangan. Pelaku kemudian lari di kandang sapi. Namun, langsung ditangkap warga dan diserahkan ke polisi.

Dalam kasus ini, Kapolsek Wuluhan, Iptu Solikhan Arief, menjelaskan polisi juga menyita barang bukti sajam yang dibawa pelaku dengan cara diselipkan di pinggangnya.

Atas ulahnya pelaku dijerat dengan 365 subsider Pasal 351 dan UUD tentang penganiayaan disertai kekerasan dengan ancaman di atas sepuluh tahun penjara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini