Diminta Pakai Masker, Pria di Jerman Tembak Mati Penjaga Pom Bensin

Vanessa Nathania, Okezone · Rabu 22 September 2021 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 18 2475370 diminta-pakai-masker-pria-di-jerman-tembak-mati-penjaga-pom-bensin-yw3xAAIWn7.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BERLIN – Seorang pria di Jerman ditahan setelah menembak mati seorang kasir di sebuah pom bensin di Kota Idar-Oberstein setelah kasir itu memintanya mengenakan masker.

Pada Senin (20/9/2021), pihak berwenang mengeluarkan pernyataan yang mengkonfirmasi bahwa pria berusia 49 tahun itu ditahan setelah dicurigai melakukan penembakan yang terjadi pada 18 September.

BACA JUGA: Viral! Ditegur Tak Pakai Masker, Wanita Ini Menangis Histeris seperti Kesurupan 

Menurut penegak hukum, tersangka pertama kali memasuki pom bensin pada Sabtu (18/9/2021) sebelum jam 8 malam waktu setempat untuk mengisi bensin, di mana kasir meminta pria itu untuk mengenakan masker. Setelah adu mulut, pria itu pergi dan kembali sekira dua jam kemudian mengenakan masker medis dan kemudian melepaskan tembakan fatal ke siswa berusia 20 tahun yang bekerja di pom bensin tersebut.

Pelaku melarikan diri dari tempat kejadian, dan memicu operasi pencarian besar-besaran sepanjang malam, yang tidak membuahkan hasil, sampai pria itu menyerahkan diri pada Minggu pagi di kantor polisi, di mana dia ditangkap.

Ketika ditanya tentang motif pembunuhannya, pria itu mengaku pada Senin malam bahwa pandemi virus corona adalah beban berat baginya dan dia menolak tindakan vaksinasi. Tersangka, yang tidak disebutkan namanya karena undang-undang privasi Jerman, mengatakan dia melihat petugas sebagai "bertanggung jawab atas situasi keseluruhan, karena dia telah menegakkan aturan."

BACA JUGA: Kuli Bangunan yang Dipecat Gegara Tak Pakai Masker Dapat Tawaran Usaha 

Senjata yang diduga digunakan untuk membunuh, serta senjata dan amunisi lainnya, ditemukan saat penyisiran di rumahnya. Namun, asal senjata itu masih belum ditentukan.

Pekan lalu, Facebook menyensor halaman milik gerakan anti-lockdown 'Querdenken' Jerman dengan alasan bahwa konten tersebut melanggar kebijakannya dan dikoordinasikan untuk "mendorong kerusakan sosial yang parah".

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini