Viral Jenderal TNI Surati Kapolri Bela Babinsa yang Lindungi Warga dalam Konflik Lahan

Solopos.com, · Rabu 22 September 2021 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 340 2475239 viral-jenderal-tni-surati-kapolri-bela-babinsa-yang-lindungi-warga-dalam-konflik-lahan-XYKP0G5iKw.jpg Brigjen TNI Junior Tumilaar (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka, Brigjen Junior Tumilaar mengirimkan surat kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo setelah seorang Babinsa diperiksa polisi karena membela rakyat.

Aksi jenderal bintang itu pun menghebohkan publik. Surat Junior itu pun viral di media sosial (medsos).

Di dalam surat tersebut, jenderal TNI itu meminta kepada Kapolri agar Babinsa tidak perlu sampai dipanggil ke kantor polisi.

Pasalnya, Babinsa hanya berpihak kepada rakyat, Ari Tahiru (67) yang sedang berhadapan dengan masalah konflik lahan di Sulawesi Utara (Sulut). Apalagi Ari disebutnya buta huruf.

Surat tulis tangan Brigjen Junior itu dengan tembusan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, dan Panglima Kodam Merdeka Mayjen TNI Wanti Waranei Franky Mamahit, pengacara Ari Tahiru, dan anggota Komisi III DPR RI F-NasDem Hillary Brigitta Lasut.

Dia mengatakan bahwa Babinsa sebagai bagian dari sistem pertahanan negara di darat. Babinsa, lanjut dia, diajari untuk mengatasi kesulitan rakyat.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Islamic Center Persis, Kapolri: Ini Bisa Tingkatkan Dakwah

Ari Tahiru sudah ditahan sekitar 15 hari karena masalah sengketa tanah dengan perusahaan pengelola perumahan. Ari lalu meminta pertolongan kepada Babinsa, lalu Babinsa kemudian dipanggil ke Polresta Manado.

Baca juga: Kapolri: Penurunan PPKM Harus Diselaraskan dengan Percepatan Vaksinasi

Brigjen Junior juga menyoroti soal Brimob Polda Sulut yang mendatangi Babinsa saat bertugas di tanah Edwin Lomban. Brimob itu juga disebutnya dipanggil ke Polresta Manado. “Intinya itu kan surat itu bukan masalah Citraland-nya, yang pertama itu. Tapi pemanggilan Babinsa oleh Polri dalam hal ini Polresta Manado,” kata Brigjen, Rabu (22/9/2021).

Junior juga menyoroti penangkapan Ari Tahiru yang disebutnya warga pemilik lahan sehingga Babinsa hanya berusaha membantu masyarakat. “Pak Ari Tahiru yang buta huruf dan miskin minta perlindungan juga kepada Babinsa. Tapi dia ditangkap sampai sekarang belum dilepas itu,” ucapnya.

“Yang ketiga pengerahan Brimob bersenjata ke lahan Edwin Lomban. Dia juga minta perlindungan kepada Babinsa,” kata dia.

Junior menegaskan bahwa dirinya siap bertanggung jawab terhadap suratnya ke Kapolri. Surat itu, lanjut dia, merupakan tindakan pribadinya, bukan institusi.

“Saya tanda tangani, saya tulis tangan sendiri. Saya tentara pejuang, saya tentara rakyat. Saya pertanggungjawabkan amanah jabatan saya,” tukas dia.

Baca juga: Saat Panglima TNI Bernostalgia Masa Taruna di Lembah Tidar 35 Tahun Silam

Irdam XIII/Merdeka itu menuliskan surat ke Kapolri pada 19 September 2021 lalu. Dia menyesalkan tindakan polisi memanggil Babinsa yang tengah membela rakyat.

“Inspektur itu tugas saya itu, melihat mereka bekerja dengan benar atau tidak. Wajib mengatasi kesulitan rakyat. Lah kalau rakyat minta tolong, masa tidak dilindungi?” ucap dia.

Baca juga: Ketika TNI Gadungan Ngegas Provos TNI

Dia pun berharap Kapolri segera menjawab suratnya agar sirnegitas antara TNI-Polri semakin lebih baik. “Jawab saja surat saya itu. Tolong presisi di mana, sinergitas di mana itu,” imbuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini