Dokter Ini Dipecat karena Berikan Vaksin ke Banyak Orang yang Miliki Nama Seperti Orang India

Vanessa Nathania, Okezone · Kamis 23 September 2021 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 18 2475844 dokter-ini-dipecat-karena-berikan-vaksin-ke-banyak-orang-yang-miliki-nama-seperti-orang-india-9kpxjfzXYU.jpg dr. Hasan Gokal (Foto: Joe Ahmad)

TEXAS - Seorang dokter kesehatan masyarakat Texas yang dipecat awal tahun ini karena menggunakan sisa dosis vaksin Covid-19 untuk orang yang memenuhi syarat, dr. Hasal Gokal menuntut Harris County Pyblic Health (HCPH) sebesar USD1 juta (Rp 14 miliar). Dia mengatakan dirinya dipecat karena memberikan "vaksin kepada terlalu banyak orang yang namanya seperti orang India”

Menurut kantor Jaksa Wilayah Harris Kim Ogg, dr. Gokal didakwa dengan tuduhan pencurian oleh pegawai negeri, tetapi Jaksa Agung Harris County menolak untuk mendakwa dia.

Menurut gugatan yang diajukan di Harris County pada Selasa (21/9). Gokal adalah penasihat medis HCPH dan terlibat dengan distribusi vaksin pertama di wilayah itu pada 29 Desember 2020 lalu.

Tempat distribusi vaksinasi yang diawasi Gokal akhirnya ditutup dan memiliki sisa 10 dosis vaksin Covid-19 di dalam botol yang sudah dibuka. Menurut gugatan, Gokal pertama-tama bertanya kepada orang-orang di tempat tersebut, apakah mereka ingin divaksinasi, tetapi sebagian besar dari mereka sudah menerima vaksin.

Gugatan itu menjelaskan Gokal kemudian menghubungi atasan di HCPH dan memberi tahu mereka bahwa dia akan mencari orang untuk diberikan vaksin. Atasannya  itu mengizinkan keputusannya.

 (Baca juga: Dilematis, Boleh Tolak Vaksin Covid-19, Tapi Terancam Dipecat dari Pekerjaan)

Dokter itu pun menghubungi sebanyak mungkin orang untuk menemukan calon penerima yang memenuhi syarat untuk sisa dosis.

"Saya melakukan apa yang akan dilakukan dokter mana pun, yaitu mengambil sumber daya yang diperuntukkan bagi pasien dan orang-orang dan memberikannya kepada mereka alih-alih membuangnya. Dan itulah mengapa itu sangat membuat saya marah," terang Gokal, menurut pernyataan dari kantor pengacaranya.

 (Baca juga: Wapres AS Minta Bentuk Dana Global Rp142 Triliun untuk Hadapi Pandemi di Masa Depan)

Pengacara Gokal, Paul Doyle, mengatakan Gokal melakukan vaksinasi kepada beberapa individu yang memenuhi syarat, termasuk istrinya, yang memiliki kondisi medis yang mendukung, setelah orang lain yang seharusnya menerima jatah vaksin tiba-tiba mengatakan dia tidak tersedia.

Namun Gokal diberitahu oleh bagian Sumber Daya Manusia (SDM) HCPH bahwa dia "tidak 'secara adil' mendistribusikan vaksin dan dirinya dituduh memberikan vaksin kepada terlalu banyak orang yang memiliki nama seperti orang “India”.

HCPH juga memberi tahu Gokal bahwa dia "seharusnya membuang vaksin itu”.

"Sangat jelas bahwa jika dia memvaksinasi orang bernama Anderson, Smith dan Jones, dia akan disebut pahlawan dan tidak dipecat, didakwa, difitnah dan dibawa ke hadapan hakim yang untungnya menolak untuk mendakwanya," terang pengacara Gokal, Joe Ahmad dalam pernyataan itu.

Gugatan itu menyebutkan HCPH "melanggar" hak-hak Gokal "dengan melepaskan dan mendiskriminasi dia berdasarkan ras Asia Selatan dan asal kebangsaan Pakistan”.

"Gokal tidak hanya menderita kehilangan gaji dan uang muka, tetapi juga kehilangan hal lainnya, rasa sakit emosional, penderitaan, penderitaan mental dan kehilangan kenikmatan hidup," ungkap gugatan itu.

CNN telah menghubungi Kantor Kejaksaan Harris County untuk memberikan komentar tetapi tidak mendapat tanggapan. Kesehatan Masyarakat Harris County mengatakan mereka tidak mengomentari gugatan itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini