Limbah Masker Ternyata Bisa Jadi Bahan Bakar Alternatif

Harian Jogja, · Jum'at 24 September 2021 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 24 510 2476150 limbah-masker-ternyata-bisa-jadi-bahan-bakar-alternatif-9uSQwl0OkR.jpg Limbah masker diolah menjadi bahan bakar alternatif (foto: Harian Jogja)

YOGYA - Pandemi Covid-19 membuat limbah masker semakin berlimpah. Namun, di tangan orang pintar, limbah masker yang berbahan polimer itu bisa menjadi bahan bakar alternatif melalui proses pengolahan kimia.

Dekan Fakultas Teknologi Industri UII Profesor Hari Purnomo menjelaskan studi terbaru memperkirakan ada 129 miliar potong masker wajah yang digunakan setiap bulan di seluruh dunia. Penggunaan masker sekali pakai itu diperkirakan sebanyak 3 juta potong setiap menitnya.

“Mengutip Worldwide Wildlife Fund yang melaporkan kekhawatiran tentang pembuangan sampah masker yang salah. Jika hanya 1 persen dari masker yang dibuang secara tidak benar, ini akan menghasilkan 10 juta masker per bulan yang tersebar di lingkungan. Maka kami berusaha memanfaatkannya menjadi produk yang berbeda yaitu bahan bakar alternatif,” dalam rilisnya, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga:  Darurat Limbah Medis , Ketua DPD RI Dorong Inovasi Masker Ramah Lingkungan

Peneliti Pengolahan Limbah Masker menjadi Bahan Bakar Arif Hidayat menambahkan pengolahan limbah masker menjadi energi alternatif dilakukan melalui proses pirolisis. Proses ini akan menghasilkan produk cair yang dapat dimanfaatkan sebagai Bahan Bakar Minyak (BBM). Masker sekali pakai terbuat dari bahan polimer, terutama dari Polypropylene (PP) atau High-Density Poly Ethylene (HDPE) sehingga bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar.

“Pada tahap awal, limbah masker harus dipisahkan dari jenis sampah lain, lalu didisinfeksi untuk menghilangkan virus atau bakteri. Kemudian, diprosesi dalam tabung reaktor pirolisis. Proses pemanasan di pirolisi tanpa adanya oksigen di dalam ruangan tertutup yang akan mengubah bahan baku menjadi produk cairan dan padatan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini tabung reaktor pirolisis yang digunakan mempunyai volume 5 liter dan mampu menampung limbah masker sebanyak satu kilogram. Dari setiap pemrosesan satu kilogram limbah masker akan diperoleh produk cair sebanyak 500-600 mililiter.

“Hasil analisis kimia terhadap kandungan cair tersebut didapatkan komponen penyusunnya hampir sama dengan senyawa hidrokarbon yang banyak terdapat di dalam BBM,’ katanya.

Baca Juga:  LIPI Tawarkan Daur Ulang Limbah Masker

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini