Kasus Sate Beracun dengan Terdakwa Nani Apriani Kembali Digelar Hari Ini

Agregasi Harian Jogja, · Senin 27 September 2021 07:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 510 2477304 kasus-sate-beracun-dengan-terdakwa-nani-apriani-kembali-digelar-hari-ini-I5mpRmy0f1.jpg Nani Apriani (Foto: Antara)

BANTUL - Sidang kedua kasus sate beracun dengan terdakwa Nani Apriliani Nurjaman akan digelar di Ruang sidang 1 Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Bantul, hari ini, Senin (27/9/2021) pagi. Sidang kedua hari ini dijadwalkan untuk mendengarkan pembacaan nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Penasihat hukum terdakwa R Ary Widodo mengatakan pihaknya sengaja mengajukan keberatan dan nota keberatan atas dakwaan JPU. Sebab, sejumlah pasal yang didakwakan oleh Sulisyadi, Ahmad Ali Fikri, Nurhadi Yatama dan Melasita Arwasari sebagai JPU pada sidang perdana, Kamis (16/9) lalu dinilai tidak tepat.

Saat itu, Nani didakwa telah melanggar 7 pasal, yang terdiri dari pasal 340 KUHP, 338 KUHP, pasal 80 ayat dan Pasal 78 ayat C tentang Undang-Undang Perlindungan Anak, pasal 353 ayat 3 KUHP, pasal 351 ayat 3, dan 359 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati. Atau seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Baca Juga : Ustadz Diserang Bukan Kriminalisasi Ulama, tapi Korban Tindak Kriminal

Ary menyatakan pihaknya keberatan dengan pengenaan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana kepada kliennya. Sebab, apa yang direncanakan tidak sesuai. Di mana, Aiptu Tomi yang menjadi sasaran satai beracun tidak meninggal dunia. Justru, Naba Faiz, anak dari driver online Bandiman yang meninggal dunia.

"Saudara Tomi tidak meninggal dunia. Selain itu ada beberapa pasal yang tidak tepat. Untuk pasal apa saja, nanti lihat di persidangan. Akan ada kejutan,” jelas Ary.

Menurut Ary pada sidang kedua kali ini, kliennya Nani Apriliani Nurjaman tetap akan menjalani sidang secara online. Perempuan asal Majalengka itu akan menjalani sidang secara daring dari Rutan Wanita Wonosari. Hal ini menyusul hakim ketua Aminuddin, Sigit Subagyo dan Agus Supriyana yang meminta agar sidang tetap digelar online.

“Karena pengajuan kami kemarin agar sidang bisa digelar offline ternyata tidak disetujui,” kata Ary.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini