Viral Guru Ceramah Berjam-jam, Siswa Kelaparan hingga Nyaris Pingsan

Bulan Sri Indra Maya, iNews · Senin 27 September 2021 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 609 2477625 viral-guru-ceramah-berjam-jam-siswa-kelaparan-hingga-nyaris-pingsan-w6XZsNIqzx.jpg Viral guru ceramah berjam jam di SMPN 3 Dua Boccoe (Foto: Bulan Sri Indra Maya)

BONE - Seorang guru di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menjadi viral di media sosial lantaran mengumpulkan siswanya di dalam kelas untuk memberikan ceramah. Kemudian, ceramah yang panjang itu berlangsung beberapa jam.

Hal tersebut membuat sejumlah siswa kelaparan, kelelahan, bahkan ada yang nyaris pingsan hingga dipapah keluar ruangan. Pihak sekolah membantah adanya penyekapan. Namun demikian, pihak sekolah mengistirahatkan guru tersebut hingga ada keputusan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Baca Juga: Viral Ibu Bawa Bayi "Manusia Silver", Mensos : Anak dan Ibunya Sudah di Balai Kami

Usman, seorang guru SMP Negeri 3 Dua Boccoe, Desa Mario, Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone menjadi viral. Pasalnya, guru tersebut memberikan ceramah agama selama beberapa jam, mulai pukul 11.00 hingga 15.00 Wita di dalam kelas dengan keadaan pintu ditutup.

Kemudian, siswa tidak diizinkan untuk keluar. Padahal pukul 11.30 sudah saatnya siswa untuk pulang. Aksi guru SMP ini baru diketahui setelah salah seorang warga memposting peristiwa tersebut di akun Facebooknya dan mengunggah kejadian tersebut di salah satu media online di Kabupaten Bone.

Kontan, aksi guru tersebut menjadi viral lantaran dianggap telah bertindak di luar batas saat memberikan ceramah pada siswanya karena tidak mengizinkan siswa keluar dengan menutup pintu. Padahal, saat itu sudah saatnya pulang sekolah.

Namun, hal tersebut di bantah oleh kepala sekolah dan wakil kepala SMP Negeri 3 Dua Boccoe, Andi Sanawiah dan Andi Suardi.

Baca Juga: Penyerang Ustadz Chaniago Ditetapkan Tersangka, Ternyata Tak Alami Gangguan Jiwa

Andi Sanawiah mengatakan, tindakan guru tersebut sebetulnya bukan penyekapan atau mengurung siswanya. Sanawiah menduga ada ketersinggungan pada guru tersebut karena ada siswa yang keluar kelas hingga guru tersebut memberikan ceramah pada siswanya.

Tindakannya hanya melampaui batas jam mengajar karena guru tersebut memberikan ceramah pada siswanya mulai pukul 11.00 hingga hampir pukul 15.00 dengan materi ceramah tentang agama. Padahal, guru tersebut bukan guru agama, tapi guru matematika. Hanya dia memang suka berceramah, bukan hanya di sekolah, tapi di luar sekolah juga seperti itu. Diduga ada kelainan.

Menurut Sanawiah, sementara pihak sekolah meng-istirahatkan guru tersebut, hingga ada keputusan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Sementara Wakil Kepala Sekolah Suardi mengatakan, kejadian tersebut berawal saat siswa sudah hendak pulang karena sudah pukul 11.00 Wita, tapi kebiasaan guru tersebut/memberikan ceramah sebelum anak-anak pulang. Namun, diduga karena keasyikan berceramah hingga guru tersebut tidak sadar jika sudah hampir pukul 15.00.

Bahkan, menurut Suardi, istri Usman berkali-kali mendatangi kelas, di mana suaminya mengajar. Namun, setiap istrinya mengingatkan untuk memulangkan siswa, suaminya langsung menutup pintu dengan alasan jika menutup pintu dia merasa tidak terganggu.

Walau orangtua siswa tidak ada yang keberatan, namun saat kejadian orangtua sempat datang ke sekolah karena merasa khawatir anak-anaknya belum pulang sekolah. Namun, setelah melihat di dalam kelas orangtua siswa memakluminya.

Ketua Komite Sekolah sekaligus Kepala Desa Mario, Rusli juga membantah bahwa sebenarnya kejadian tersebut bukan penyekapan atau mengurung siswa karena saat itu ada guru dan sejumlah siswa kelas 7, 8 dan 9 di dalam kelas. Bahkan, saat itu kepala sekolah masih berada di sekolah.

Namun, dia meminta bahwa hal tersebut tidak akan terulang lagi dan berharap SMP Negeri 3 Dua Boccoe makin baik ke depannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini