Ketahuan Berkepala Botak, Seorang Pria Digugat Cerai Istrinya 2 Hari Setelah Menikah

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 September 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 18 2478218 ketahuan-berkepala-botak-seorang-pria-digugat-cerai-istrinya-2-hari-setelah-menikah-wBdDk5e5iG.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

ABU DHABI - Seorang wanita Arab Saudi menjadikan kebotakan suaminya sebagai alasan untuk meminta cerai. Pria itu digugat cerai istrinya hanya dua hari setelah menikah.

Dala permohonannya, wanita itu mengatakan bahwa dia ingin bercerai karena suaminya menyembunyikan kebotakannya selama dan sebelum pertunangan mereka dengan mengenakan ghutra, hiasan kepala katun tradisional Saudi.

BACA JUGA: Sembunyikan Kebotakan, Seorang Suami Dilaporkan Istrinya ke Polisi 

Masalah itu muncul saat sesi konseling yang diadakan di pengadilan keluarga. Pasangan itu menikah hanya dua hari sebelum gugatan diajukan.

Upaya rekonsiliasi adalah wajib dalam kasus perceraian di Arab Saudi.

Wanita itu dilaporkan memberi tahu konselor bahwa sebelum pernikahan mereka, pria itu selalu menutupi kepalanya dengan ghutra, tetapi setelah pernikahan mereka, dia mengetahui bahwa dia botak.

BACA JUGA: Pasangan Ini Baru 3 Menit Menikah Langsung Cerai, Alasannya Gara-Gara Ini

Wanita itu mengatakan suaminya membohonginya tentang kebotakannya. Dia mengatakan kepada konselor bahwa dia menginginkan perceraian karena dia merasa dikhianati.

Dia menuduh bahwa dia menyimpannya sebagai rahasia yang dijaga ketat tetapi beberapa hari yang lalu, dia melihatnya tanpa hiasan kepala untuk mengetahui bahwa dia benar-benar botak.

“Saya merasa malu di depan teman dan kerabat saya dan saya khawatir anak-anak saya rentan terhadap kebotakan. Sulit bagi saya untuk tinggal bersamanya lagi,” katanya sebagaimana dilansir Gulf News

Namun, petugas di pusat konseling pernikahan mencoba menenangkannya dan mencegahnya mengajukan gugatan cerai karena masalah sepele, tetapi wanita itu tetap bersikeras.

Pasangan itu diberi tanggal lagi untuk konseling putaran kedua dengan harapan bahwa wanita itu akan berubah pikiran.

Pengacara sang suami mencap kasus itu "kasus perceraian paling aneh yang pernah dilihatnya." Dia menambahkan bahwa seorang wanita berhak untuk meminta pembatalan pernikahan jika dia menemukan cacat yang menjijikkan dan terus-menerus pada pria itu, asalkan dia tidak mengetahuinya pada saat pertunangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini