Kapolda Jateng Ingatkan Jajarannya Menjadi Sahabat Digital bagi Masyarakat

Fahmi Firdaus , Okezone · Selasa 28 September 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 28 512 2478051 kapolda-jateng-ingatkan-jajarannya-menjadi-sahabat-digital-bagi-masyarakat-obwywdIgZH.jpg Foto: Humas Polda Jateng

SEMARANG-Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menghadiri seminar dengan tajuk Optimalisasi Peran Polri sebagai sahabat digital warga Jawa Tengah. Dalam kegiatan yang diinisiasi Bidhumas Polda Jateng itu, Kapolda didampingi oleh 16 pejabat utama.

(Baca juga: Kapolda Jateng Panen dan Tabur 3.000 Benih Ikan di Polsek Jajaran Polres Sukoharjo)

Kegiatan seminar dua hari yang dilaksanakan The Wujil Kabupaten Semarang itu, diikuti para kasihumas, anggota reskrim, dan sejumlah pimpinan redaksi serta wartawan.

Dalam kesempatan itum Kapolda mengingatkan peran Polri sebagai sahabat digital sangatlah penting. Oleh karena itu, Polri harus membuka ruang publik serta memberikan informasi positif pada masyarakat di tengah derasnya arus ujaran kebencian, informasi palsu dan muatan negatif lainnya.

(Baca juga: Alvin Lie Unggah Video Polisi Semarang Jatuhkan Pengendara Motor, Ini Kata Polda Jateng)

“Agar muatan positif itu sampai ke masyarakat selaku audience, anggota Polri harus cerdas menjalin komunikasi dua arah dengan mereka, ujarnya, Selasa (28/9/2021).

"Anggota harus cerdas dan kreatif menciptakan trending issue di masyarakat. Untuk itu, perlu kejelian melihat tren yang berkembang serta membangun berbagai cara agar komunikasi dengan masyarakat bisa terbangun," tambah Kapolda.

Menurut Kapolda, Polri mempunyai tanggung jawab besar untuk melindungi masyarakat di era digital saat ini. Konten negatif yang berkembang di dunia maya harus di counter dengan muatan yang mendidik dan informatif.

Kejahatan di dunia maya saat ini menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai. Polri perlu mengambil langkah tegas menyikapi hal ini.

"Karena ruang digital sangat luas. Disitu kami punya patroli cyber dan virtual police yang tugasnya mengawasi dunia maya agar tidak serta merta semprawut. Di sana ada hack, hate speech, dan hoax," ujarnya, Selasa (28/9/2021).

Menurutnya, fenomena tindak pidana yang patut diwaspadai saat ini adalah kejahatan cyber dimana kasus di dunia maya antara korban dan pelaku tidak pernah bertemu. Hal ini dibenarkan Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. "Virtual police yang kami miliki untuk mengawasi di media sosial," tuturnya.

Kapolda berharap adanya seminar tersebut hasil yang didapatkan anggota Polri dan wartawan dapat menyamakan presepsi dalam hal pengetahuan terkait ruang digital, aspek-aspek hukum, serta scientific problem solving (penyelesaian masalah secara ilmiah) yang bisa dilakukan untuk masyarakat.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng , Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, mengatakan seminar sahabat digital untuk mendekatkan kepada masyarakat dengan membuka ruang-ruang publik. Implementasi yang dilakukan adalah membuka komunikasi dua arah dengan masyarakat.

"Oleh sebab itu kami terus melakukan pelatihan terhadap personel. Kami juga akan membuka komunikasi dua arah melalui akun yang selama ini tidak pernah dibuka," tuturnya.

Ia mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah 70 orang terdiri reskrim, dan jajaran humas di Jawa Tengah. Selain itu Bidhumas Polda Jateng juga mengundang awak media untuk menyemarakkan kegiatan tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini