Rusak Rumah Warga, 7 Anggota Geng Motor Ditangkap

Priyo Setyawan, Koran SI · Kamis 30 September 2021 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 510 2479311 rusak-rumah-warga-7-anggota-geng-motor-ditangkap-P68Hu7XF03.jpg Geng Motor serang rumah warga di Sleman (foto: MNC Portal/Priyo)

SLEMAN - Polsek Sleman menangkap tujuh anggota geng motor sekolah karena terlibat pengerusakan rumah Septi Nurawati (40), warga Medari Cilik, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Sleman, Minggu (26/9/2021) pukul 05.15 WIB.

Tersangka yang ditangkap berinisial AM (24), IK (22), RA (19), FS (22), EF (17), AK (18), dan AA (19), ketujuh tersangka ditangkap di tempatnya masing-masing.

“Enam pelaku dilakukan penahanan, satu pelaku EF tidak ditahan karena masih di bawah umur, namun wajib lapor,” kata Kapolsek Sleman, Kompol Supardi, Kamis (30/9/2021).

Baca juga:  Asyik Nongkrong, 4 Warga Cibubur Diserang Geng Motor

Perusakan itu dilatarbelakangani balas dendam. Sebab sebelumnya anggota geng korban juga melakukan perusakan markas geng pelaku di Nitikan, Yogyakarta. Atas kejadian itu, merencakan akan menyerang markas korban pada Minggu 26 September 2021 dengan mengendarai 10 sepeda motor mendatangi rumah korban.

Tiba di rumah korban, para pelaku membuka pagar dan melempari rumah korban dengan pot, batu, besi dan potongan bambu. Akibat kejadian itu rumah korban mengalami kerusakan pada jendela, pintu dan genteng rumah.

"Korban juga mengalami luka-luka karena lemparan batu. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Sleman," paparnya.

Baca juga:  Geng Make Muke Awalnya Ingin Tawuran, Tak Ketemu Lawan Malah Begal Warga

Mendapat laporan, petugas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Di antarnya meminta keterangan korban dan para saksi serta mempelajari rekaman CCTV. Dari data tersebut berhasil mengidentfikasikan pelaku dan menangkapnya serta membawa ke Polsek Sleman.

“Para pelaku di rumah masing-masing di Gamping, Yogya dan Banguntapan,” jelasnya.

Petugas juga mengamankan barang bukti, berupa batu, motor, bambu, potongan besi dan pecahan kaca. Mereka dijerat Pasal 170 KUHP dan Pasal 406 KUHP Jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Pelaku AM dihadapan petugas mengaku, aksi tersebut bukan yang pertama namun sudah berulang kali dengan korban berbeda-beda.

"Sudah sering melakukan, saya tidak terima karena teman-teman saya diserang dulu," aku AM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini