Geledah Rumah Pengedar Pil Koplo, Polisi Justru Temukan Senpi Rakitan Beserta Amunisi

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 30 September 2021 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 30 519 2479323 geledah-rumah-pengedar-pil-koplo-polisi-justru-temukan-senpi-rakitan-beserta-amunisi-cn3IdyBXHc.jpg Ilustrasi

MALANG - Kepolisian berhasil mengungkap adanya praktik dugaan perakitan senjata api (senpi) ilegal di Kabupaten Malang. Perakit senpi ilegal yang diketahui berinisial A, warga Kecamatan Tumpang, berusia 40 tahunan terungkap berkat penggeledahan pada kasus peredaran pil koplo, yang melibatkan anak kandungnya berinisial A.

Pantauan di lokasi, warga sekitar pun nampak ketakutan saat ditanya mengenai keberadaan A, dan mengarahkan awak media untuk bertanya ke Ketua RW setempat Mulyoso.

Ketua RW 3 RT 38 Jalan Anggrek Mulyoso membenarkan adanya penggeledahan rumah warganya yang diduga menjadi perakit senjata api ilegal. Namun saat itu dikatakan Mulyoso, tujuan penggeledahan adalah untuk mencari barang bukti pil koplo, sebab anak kandung A, terlibat peredaran pil koplo di Malang.

Saat itu kepolisian tengah menggeledah rumah berwarna merah muda milik A, pada Sabtu 25 September 2021 sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.

"Tapi tujuannya waktu itu untuk menggerebek anaknya yang pengedar pil koplo kalau enggak salah. Waktu itu saya ikut sebagai saksi," ucap Mulyoso ditemui awak media, pada Kamis pagi (30/9/2021).

Baca Juga : Polisi Tangkap 3 Penjual Senjata Api Rakitan & Amunisi Ilegal

Saat penggeledahan pil koplo inilah, dikatakan Mulyoso polisi menemukan sejumlah senjata laras panjang. Dirinya pin mengaku dibuat terkejut, sebab ia melihat ada tujuh senjata laras panjang, beserta dengan panjang lima sentimeter.

"Banyak amunisinya rentengan begitu dikumpulkan serta senjatanya saya lihat ada tujuh yang diangkut," ujarnya.

Saat penggeledahan, Mulyoso mengatakan ada tiga mobil polisi. Mobil pertama digunakan untuk mengangkut anak A yang diduga merupakan pengedar pil koplo. "Dan yang kedua itu dipakai untuk angkut barang bukti senjata ya pilnya juga," ungkapnya.

Dia menyebut, istri A sendiri sempat dibawa ke Mapolres Malang untuk menjalani pemeriksaan. Sementara A sendiri diketahui berhasil melarikan diri saat dilakukan penggeledahan di rumahnya.

"Tapi langsung pulang istrinya dan sekarang sudah bekerja di Pandaan lagi di perusahaan pabrik sepatu. Lewat garasi kalau nggak salah langsung kabur waktu itu," katanya.

Selama ini kata Mulyoso A dikenal sebagai salah satu pekerja di perusahaan leasing. Ia telah bekerja cukup lama di perusahaan leasing tersebut dan mempunyai tiga orang anak.

"Dan pak A ini punya anak tiga. Yang satu yang ditangkap itu sudah lulus SMA dan sempat jadi leasing juga. Terus kedua itu masih SMA dan yang terakhir masih SD," tuturnya.

Saat ditanya keberadaan A sendiri, Mulyoso tak mengetahuinya. Sebab sejak ada penggeledahan di rumahnya ia tak lagi diketahui keberadaannya. Bahkan sejak kejadian tersebut memutuskan untuk berjaga ronda setiap malamnya untuk mengantisipasi adanya keberadaan A. Ronda ini dilakukan di sejumlah titik desa.

"Ya untuk mencari keberadaan pak A ini. Resah warga mas. Karena ya tadi itu kaget saya sendiri ngeri pas lihat ada senjata api itu," tutur dia.

Pasca kejadian tersebut diakui Mulyoso beberapa kali anggota kepolisian sempat lalu lalang di desanya. Mereka mencoba mencari keberadaan A di kediamannya. Bahkan kepolisian yang juga sempat membawa anjing pelacak ini, untuk melakukan penyelidikan di lokasi.

"Cuma dua hari ini gak terlihat. Kemarin sampai bawa anjing pelacak juga," kata dia.

Sementara itu polisi hingga kini belum bisa dimintai keterangan. Sejumlah wartawan sudah mencoba ke Mapolsek Tumpang menemui Kapolsek Tumpang, Iptu Bagus Wijanarko. Namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. Bahkan saat dihubungi pun Kapolsek Tumpang belum merespon dan tidak memberikan jawaban.

Tak hanya itu pihak Polres Malang juga belum merespons dan memberikan keterangan, hingga berita ini dimuat terkait pengungkapan dugaan perakit senjata api ilegal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini