Cabuli Belasan Santrinya di Ponpes Ogan Ilir, Guru Ngaji Ditangkap

Antara, · Jum'at 01 Oktober 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 01 610 2479554 cabuli-belasan-santrinya-di-ponpes-ogan-ilir-guru-ngaji-ditangkap-HmOpBsaFmF.jpg Ilustrasi (Ist)

PALEMBANG - Personel Polda Sumsel menangkap lagi seorang guru tersangka kasus pencabulan terhadap santri pada salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Ogan Ilir.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga, mengatakan oknum guru tersebut berinisial IM (20), rekan dari tersangka J (22) yang lebih dulu ditangkap polisi dalam kasus dan tempat kejadian yang sama, yakni Pondok Pesantren AT di Kabupaten Ogan Ilir.

Menurutnya, penangkapan tersangka dilakukan Subdit IV Renakta Polda Sumsel setelah memeriksa J (22) dan para korban sebelumnya.

"Dari keterangan itu diketahui tersangka IM sejak September tercatat sudah ada 13 santri menjadi korbannya, tiga di antaranya usia TK dan SMP," ujarnya di Palembang, melansir Antara, Jumat (1/10/2021).

Modus tersangka IM sama dengan yang dilakukan tersangka J, mereka merayu korban dan mengancam korban apabila berani mengadukan perbuatannya tersebut.

Akibat dari kekerasan seksual tersebut para korban cenderung menutup diri, dan tidak mengatakan sedikit pun terkait perlakuan tersangka atas diri mereka kepada penyidik.

Namun setelah proses pendekatan dan dibantu juga oleh pihak keluarga korban, akhirnya korban mengadukan perbuatan tersangka kepada penyidik.

"Kepala petugas, korban mengaku dipaksa melakukan oral alat kelamin tersangka lalu disodomi," ujarnya pula.

Baca Juga : Guru di Ponpes Ogan Ilir Cabuli 12 Siswanya

Atas perbuatan pedofil (orang yang alami gangguan seksual berupa nafsu seksual terhadap remaja atau anak-anak di bawah usia 14 tahun) itu, tersangka dikenakan Pasal 82 ayat 1, 2 dan 4 jo Pasal 76 UU RI No 17 Tahun 2016, Perppu No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

"Sementara korban sudah mendapati pendampingan, kami melibatkan psikolog dan psikiater untuk memulihkan trauma korban," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini