Awal Mula Tersebarnya Kabar Ustadz Encep Sudah Diangkat Jadi Wali oleh Nyi Roro Kidul

Dharmawan Hadi, iNews · Minggu 03 Oktober 2021 03:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 03 525 2480460 awal-mula-tersebarnya-kabar-ustadz-encep-sudah-angkat-jadi-wali-oleh-nyi-roro-kidul-VKiGH2nzW2.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

SUKABUMI - Berawal dari pro dan kontra melihat perilaku Ustaz Encep yang tidak memakai baju dalam segala kegiatannya dalam sebulan terakhir ini, hal tersebut menimbulkan berbagai opini pada masyarakat Kecamatan Surade.

Hingga tersebar kabar burung yang tidak bisa dipertanggungjawabkan bahwa perilaku tersebut dilakukan karena Ustadz Encep sudah diangkat menjadi wali Allah (Waliyullah) oleh Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul.

Kabar tersebut juga lebih memuncak ketika tersebarnya voice note (pesan suara) yang berasal dari WhatsApp Group (WAG) internal LSM Komunitas Pemberantasan Korupsi (KPK) Jabar yang isinya menerangkan beberapa tokoh yang ada dalam foto yang ikut tersebar, termasuk ada perkataan.

"Perhatikan untuk rekan-rekan. Yang tidak pakai baju itu Ustaz Encep, pemimpin pesantren, yang mengaku sekarang sudah dilantik oleh Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul untuk menjadi Waliyullah” di dalam pesan suara tersebut. Ketua DPC Surade LSM KPK Pasundan, Arif Rahman Hakim mengakui bahwa voice note tersebut adalah suara dirinya."

Baca Juga: Heboh Tokoh Agama Disebut Sudah Dilantik Nabi Haidir dan Nyi Roro Kidul Jadi Wali

“Tapi saya tidak pernah men-share baik foto ataupun voice note saya keluar group KPK, karena setelah saya konfirmasi, klarifikasi ke lurah Warnasari, hasilnya saya bawa ke WAG saya, WAG KPK. Karena menurut saya itu adalah rumah internal saya, mau bagaimana pun, mau diapa-apain pun itu wilayah saya. Tapi yang sangat disesalkan itu (voice note) kenapa bisa keluar,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Arif menambahkan bahwa tujuan diunggah pada WAG KPK Pasundan adalah untuk didiskusikan dan dikaji, namun ternyata voice note tersebut tersebar ke luar group dan dianggap seolah-olah dirinya menyebar fitnah pengangkatan Ustaz Encep menjadi Waliyullah.

“Setelah kejadian itu, malam Jumatnya datang dari pihak Ustaz Encep, namanya Hamdin, Ketua GP Anshor Kecamatan Surade untuk mengklarifikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Arif mengatakan bahwa Hamdin selama 5 bulan tinggal disana bersama Ustaz Encep tidak pernah mengakui dirinya jadi wali. Kebiasaan yang sekarang tidak memakai baju tersebut adalah perintah mursyidnya (gurunya) yang dari Kota Malang dalam memperlajari ilmu tarekat naqsabandiyah.

“Hasil klarifikasi bersama Hamdin, saya mengucapkan terima kasih dan syukur Alhamdulillah, dan tolong sampaikan minta maaf atas saya kekeliruan ke Ustaz Encep,” ujarnya.

Namun kasus tersebut walau sudah diklarifikasi, tuntutan hukumnya masih dilanjutkan. “Kasusnya sejauh ini saya sudah sebagai terlapor di Polres, dijadwalkan saya dimintai keterangan pada Senin (4/10/2021) besok jam 10.00 WIB. Cuma hari ini saya masih menunggu hasil diskusi para lawyer-lawyer saya. Jadi bagaimana keputusannya, apakah mau langsung besok dipenuhi panggilan dari Polres, apakah mau mediasi secara kekeluargaan dahulu, kalo klarifikasi saya sudah cukup banyak, di media maupun di WAG,” ujarnya.

Arif juga mengatakan bahwa dalam kasus ini ada yang mendorong untuk melaporkan kasus ini dari pihak ketiga.

“Bagaimana ini jika sampai ke pengadilan, apakah mau perang advokat keluarga besar saya. Saya ini, adik saya KH Asep Tajudin, pemimpin pesantren Darul Ihsan. Saya itu malu, kenapa mau buru-buru mau mediasi, mau sowan, mau cium tangan, mau sujud, menyerahkan diri ke Kang Haji Empah (ayahnya Ustaz Encep), saya itu bukan sekedar family, tapi keluarga dekat yang masih satu turunan keluarga,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini