Razia Lapas Mojekerto, Petugas Temukan 4 Sajam Rakitan

Tritus Julan, Koran SI · Selasa 05 Oktober 2021 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 519 2481764 razia-lapas-mojekerto-petugas-temukan-4-sajam-rakitan-vl8XjK2QA6.jpg Petugas razia Lapas Mojokerto. (Ist)

MOJOKERTO – Petugas Lapas Kelas IIB Mojokerto mengamankan 4 senjata tajam (sajam) rakitan berbentuk pisau. Selain itu, petugas juga menemukan charger ponsel yang disimpan warga binaan di dalam bilik kamar.

Barang-barang terlarang itu diamankan petugas saat menggelar razia di Lapas Kelas IIB Mojokerto, pada Selasa (5/5/2021) pagi.

Sedikitnya ada lima kamar yang disisir petugas dalam razia kali ini. Kelimanya adalah kamar Blok B nomor 13, 14, 15 serta kamar nomor 16. Blok tersebut banyak dihuni warga binaan yang terlibat kasus narkotika.

"Saat razia dan penggeledahan tadi didapatkan empat senjata tajam buatan, satu kabel charger, dua gulung kabel listrik, satu pak kartu remi, dan satu kunci T buatan. Sedangkan alat telekomunikasi, atau narkoba tidak ditemukan," kata Kalapas Kelas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi.

Ia menuturkan, razia yang digelar di empat kamar warga binaan ini sebagai upaya untuk pencegahan terjadinya kerusuhan di dalam Lapas Kelas IIB Mojokerto yang saat ini sudah overload. Selain itu, upaya mengantisipasi adanya peredaran narkoba yang konon kabarnya masih terjadi di dalam lapas.

Baca Juga : Simpan Sabu dan Sajam, Oknum Anggota DPRD Tanah Laut Kembali Ditangkap

"Selain itu untuk menindaklanjuti surat edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan tentang perang terhadap alat komunikasi ilegal/zero handphone. Oleh karena itu saya memerintahkan jajaran kesatuan pengamanan Lapas untuk melakukan penggeledahan kamar hunian di Blok B kamar 13,14,15, dan 16," ujar Dedy.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP) Klas IIB Mojokerto Disri Wulan mengatakan pihaknya sudah mengindikasi siapa saja pemilik sajam yang ditemukan dalam razia tersebut. Para warga binaan ini berdalih membawa sajam untuk berjaga-jaga selama berada di dalam sel.

"Sajam itu merupakan sisa alat-alat kerja yang diambil buat ditajamkan. Untuk bisa dipakai buat jaga diri di dalam, termasuk sendok juga. Rata-rata niatnya untuk sajam rakitan," kata Disri.

Untuk itu, pihaknya akan lebih memperketat pengawasan saat napi beraktivitas di luar sel tahanan, meski masih berada di lingkungan Lapas. Disri juga akan menerapkan sanksi terhadap napi yang melakukan pelanggaran terkait kepemilikan barang terlarang berupa sajam dan alat charger.

"Lapas Mojokerto akan menerapkan sanksi tegas terhadap warga binaan yang masih melakukan pelanggaran keamanan dan ketertiban di dalam Lapas," tutur Disri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini