PPKM di Medan Turun Jadi Level 2, Begini Penjelasan Lengkapnya

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 05 Oktober 2021 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 05 608 2481485 ppkm-di-medan-turun-jadi-level-2-begini-penjelasan-lengkapnya-YDAnsmdl61.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

MEDAN - Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk Kota Medan kini telah turun ke Level 2. Penurunan ini seiring dengan penurunan jumlah kasus aktif di wilayah tersebut.

Penetapan status PPKM level 2 untuk Kota Medan tercantum dalam instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 2021 tentang PPKM pada seluruh daerah di Indonesia.

Pada surat yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tersebut dijelaskan mengenai status masing-masing daerah di Indonesia serta instruksi kepada masing-masing kepala daerah sesuai dengan level masing-masing.

Pada surat tersebut jumlah daerah yang masing berada pada level 1 di Sumatera Utara ada 4 daerah yakni Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Nias Barat, Kota Sibolga, dan Kota Tebing Tinggi.

Kemudian pada level 2 yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Nias, Kabupaten Langkat, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Labuhanbatu.

Kabupaten Dairi, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Batubara, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Nias Utara, Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Balai, dan Kota Gunungsitoli.

Sementara level 3 yakni Kota Binjai dan Padang Sidimpuan.

Dengan turunnya level tersebut menjadi PPKM Level II, maka terdapat beberapa hal yang sudah dapat dilakukan di Kota Medan. Diantaranya pembelajaran tatap muka yang sudah dapat dilakukan dengan pengaturan sesuai teknis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pelaksanaan kegiatan perkantoran yang sudah dapat dilakukan dengan masuk 50 persen dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan. Kemudian aturan mengenai operasional berbagai pasar tradisional, pasar modern dan lainnya diatur sesuai dengan peraturan kepala daerah masing-masing.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution, sebelumnya juga menyatakan akan segera memulai kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Medan. Pelaksanaan PTM bisa dilakukan seiring dengan rasio vaksinasi pelajar di Medan yang telah mencapai lebih dari 20 persen.

"Tapi kita koordinasi dulu dengan Gubernur, agar pelaksanaan PTM tingkat SD, SMP dan SMA bisa serentak di Medan. Kita harus kordinasi karena SMA itu kewenangannya di Gubernur," tukas Wali Kota.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini