Cegah Krisis Air Bersih di Bali, Pangdam Udayana Bangun Pompa Hidram

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 08 Oktober 2021 21:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 08 244 2483578 cegah-krisis-air-bersih-di-bali-pangdam-udayana-bangun-pompa-hidram-ia6h7y1k9p.jpeg Cegah krisis air bersih, Pangdam IX Udayana Mayjen Maruli Simanjuntak bangun pompa hidram.. (Ist)

JAKARTA - Sejumlah daerah di Indonesia masih mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau tahun ini. Salah satu daerah yang mengalami krisis air bersih adalah daerah Tabanan, Bali. Pemerintah daerah serta berbagai pihak terus berupaya untuk menanggulangi krisis air bersih di daerah Tabanan.

Salah satu yang turut berupaya untuk menanggulangi krisis air bersih yaitu, Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. Mayjen Maruli berupaya menginisiasi pemanfaatan sumber air sungai untuk pertanian maupun untuk dikonsumsi.

Maruli membangun pompa hidram di sungai Desa Tanguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan, Bali. Pompa hidram tersebut dapat mengairi areal pertanian yang mencapai 220 hektare di Kecamatan Selemadeg Timur, khususnya di Subak Lanyah Delod.

Pompa hidram tersebut resmi dapat difungsikan sejak kemarin. Maruli menyebut pembangunan pompa hidram dengan memanfaatkan sumber tenaga yang berasal dari gravitasi air sungai. Pompa hidram dengan pemanfaatan sumber tenaga dari air sungai ini merupakan yang pertama difungsikan di Indonesia.

"Langkah ini sangat efisien dari segi pembiayaan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang tinggal di atas sungai dan yang dulu susah untuk mendapatkan air bersih maupun untuk mengairi lahan pertanian yang luas," ujar Maruli melalui keterangan resminya, Jumat (8/10/2021).

Baca Juga : Warga DKI Jakarta Diminta Hemat Penggunaan Air Bersih

Sebelumnya, pembangunan pompa hidram juga digencarkan di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini, sebanyak 150 pompa hidram telah terpasang dan mengalirkan air ke ladang serta rumah penduduk di sekitaran wilayah NTT.

"Kami menargetkan bakal menyelesaikan 202 titik pompa hidram untuk memastikan warga di NTT mudah mendapatkan air bersih," ujarnya.

Peresmian pompa hidram tersebut dihadiri para pejabat Forkompimprov Bali seperti Gubernur Bali, I Wayan Koster; Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danuputra; Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya; serta para tokoh masyarakat hingga warga kampung.

Dalam kesempatan itu cukup banyak yang mengapresiasi gagasan Kodam Udayana yang dapat menciptakan pompa hidram untuk membantu masyarakat atas kebutuhan air bersih maupun sebagai sumber mata air untuk pertanian dan lainnya.

Gubernur Bali, I Wayan Koster mengaku malu dengan Pangdam IX Udayana. Sebab, selama ini Pemprov Bali atau selama tiga tahun dia menjabat Gubernur belum mampu memberikan kontribusi atau belum mampu memberikan solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan air.

"Kedepannya kami akan masukan program ini di APBD agar pompa hidram bisa terus berjalan dan petani bisa tenang tanpa takut kekurangan air," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini